BERITA TERKINI
CORE Indonesia Soroti Prospek Ekonomi 2026: Tetap Tumbuh, Namun Tantangan Kesejahteraan dan Konsumsi Mengintai

CORE Indonesia Soroti Prospek Ekonomi 2026: Tetap Tumbuh, Namun Tantangan Kesejahteraan dan Konsumsi Mengintai

Menjelang pergantian tahun, pertanyaan soal arah ekonomi kembali mengemuka di tengah masyarakat. Stabil atau tidaknya harga kebutuhan pokok, peluang kerja, hingga apakah pemulihan ekonomi benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari menjadi kekhawatiran yang wajar.

Isu ekonomi tidak semata soal angka pertumbuhan. Bagi banyak keluarga, ekonomi hadir dalam bentuk biaya sekolah, harga cabai di pasar, serta kemampuan penghasilan rumah tangga untuk mencukupi kebutuhan hingga akhir bulan.

Dalam konteks itu, laporan Economic Outlook 2026 dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menjadi salah satu rujukan untuk membaca peluang dan tantangan yang mungkin dihadapi pada 2026. Laporan tersebut menyoroti sisi positif sekaligus hal-hal yang perlu diwaspadai.

Pertumbuhan berlanjut, tetapi tidak selalu merata

CORE memperkirakan ekonomi Indonesia tetap tumbuh pada 2026. Aktivitas industri dinilai bergerak, konsumsi mulai pulih, dan stabilitas ekonomi relatif terjaga. Namun, CORE juga menekankan bahwa pertumbuhan tidak otomatis dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di atas kertas, pertumbuhan dapat terlihat solid, tetapi pada saat yang sama harga pangan bisa tetap naik, pendapatan sebagian masyarakat belum sepenuhnya pulih, dan lapangan kerja masih didominasi sektor informal yang rentan terhadap pemutusan hubungan kerja. Kondisi semacam ini, menurut CORE, kerap tidak tercermin secara utuh dalam indikator makro.

Catatan tersebut menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu identik dengan peningkatan kesejahteraan. Perbaikan angka agregat dapat berjalan berdampingan dengan tekanan biaya hidup dan kerentanan pekerjaan di tingkat rumah tangga.

Konsumsi rumah tangga jadi penopang, tetapi rapuh

Laporan CORE juga menyoroti peran konsumsi rumah tangga sebagai penggerak utama ekonomi Indonesia. Aktivitas belanja masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok hingga pengeluaran harian lainnya, turut menopang perputaran ekonomi nasional.

Namun, CORE mengingatkan bahwa penopang ini bersifat rapuh karena mudah terguncang oleh fluktuasi harga pangan. Kenaikan harga beras atau berkurangnya pasokan komoditas tertentu seperti cabai dapat cepat menekan daya beli dan menggoyang stabilitas ekonomi rumah tangga.

Dengan demikian, meski prospek pertumbuhan pada 2026 tetap terbuka, CORE menilai kewaspadaan tetap diperlukan agar perbaikan ekonomi tidak berhenti pada angka, melainkan benar-benar terasa dalam keseharian masyarakat.