Provinsi Dak Lak menerapkan resolusi baru untuk mendukung perlindungan dan promosi warisan budaya musik gong pada periode 2026–2030. Resolusi ini mulai berlaku pada 5 Juni 2026 dan menggantikan ketentuan sebelumnya.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan serangkaian dukungan yang ditujukan langsung kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelestarian warisan budaya di masyarakat. Salah satu bentuknya adalah bantuan untuk kelas pelatihan bermain gong secara tatap muka. Peserta yang tidak menerima gaji dari anggaran negara akan mendapat dukungan biaya makan dan transportasi hingga maksimal 80.000 VND per orang per hari.
Dalam kegiatan pemugaran atau penggambaran kembali ritual dan festival tradisional yang khas atau terancam punah, masyarakat setempat yang membuat kerajinan tangan berupa properti, bahan, dan persembahan akan menerima subsidi upah harian hingga 300.000 VND per orang per hari.
Selain itu, dukungan juga diberikan kepada pihak yang terlibat dalam inventarisasi, pengumpulan, dan pendokumentasian warisan budaya. Mereka yang memberikan informasi atau berpartisipasi dalam pertunjukan untuk keperluan perekaman akan menerima pembayaran dukungan sebesar 200.000 VND per orang per sesi.
Untuk menjaga keberlangsungan aktivitas kelompok-kelompok pengrajin, pemerintah daerah menyediakan dukungan sebesar 5 juta VND per klub per tahun, disertai alokasi dana untuk pembelian gong, kostum, dan peralatan suara. Klub yang dapat menerima kebijakan ini harus memiliki minimal 10 anggota serta mengadakan pertemuan rutin setidaknya sekali dalam sebulan.
Salah satu poin baru dalam resolusi ini adalah integrasi pelestarian budaya gong dengan pengembangan pariwisata komunitas. Dak Lak menargetkan survei dan pemilihan setidaknya satu desa perwakilan di wilayah yang telah memiliki perencanaan, untuk membangun ruang pengalaman yang menampilkan musik gong, sekaligus diharapkan dapat menciptakan mata pencaharian bagi komunitas etnis minoritas setempat.
Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Dak Lak, Tran Hong Tien, menilai resolusi tersebut memuat sejumlah terobosan. Ia menyebut kebijakan ini berfokus pada lima kelompok konten utama, antara lain dukungan transmisi dan restorasi ruang budaya gong, dukungan kegiatan klub, renovasi rumah panjang dan ruang komunitas yang terkait dengan pariwisata, serta promosi transformasi digital untuk pelestarian data budaya.