BERITA TERKINI
Rababo, Alat Musik Gesek Tradisional Bolaang Mongondow yang Kian Diminati pada 2026

Rababo, Alat Musik Gesek Tradisional Bolaang Mongondow yang Kian Diminati pada 2026

Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, menyimpan ragam warisan budaya, salah satunya alat musik tradisional bernama rababo. Sekilas, bentuk fisiknya kerap mengingatkan pada rebab. Rababo dikenal sebagai alat musik gesek yang umumnya dimainkan secara instrumental, namun dalam praktiknya pemain sering menyanyikan lagu tradisional atau odenon saat memainkannya.

Rababo dibuat dari material alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Bagian pentingnya memanfaatkan tempurung kelapa dan kulit binatang sebagai penutup yang berfungsi membentuk tabung resonansi penghasil suara. Sementara itu, struktur utama instrumen menggunakan bambu sepanjang kurang lebih 45 sentimeter sebagai badan. Pada ujung bambu, terdapat sentuhan ornamen berupa hiasan kepala burung rangkong khas Sulawesi.

Secara umum, rababo tersusun dari beberapa komponen utama. Tempurung kelapa dan kulit berperan sebagai resonator. Bambu menjadi kerangka instrumen. Dawai dipasang pada badan bambu untuk kemudian digesek. Adapun penggeseknya disebut rorarag, yang dibuat dari rotan melengkung dan tali.

Sebelum digunakan, rorarag biasanya diolesi sejenis damar. Cara ini dilakukan agar gesekan pada dawai menghasilkan bunyi yang lebih merdu dan nyaring. Konstruksinya yang sederhana sekaligus memanfaatkan bahan alami memberi karakter suara yang khas dan menegaskan nilai tradisional yang melekat pada rababo.

Meski tampak sederhana, teknik memainkan rababo membutuhkan keahlian tinggi. Instrumen ini tidak memiliki sistem tangga nada yang baku, sehingga pemain mengandalkan insting serta ketajaman pendengaran untuk membentuk nada yang harmonis. Konsentrasi dan penguasaan teknik dasar menjadi kunci, terutama ketika rababo digunakan untuk mengiringi nyanyian odenon.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat, rababo dapat dipelajari melalui kunjungan ke kediaman budayawan Chairun Mokoginta di Kotamobagu. Di tempat tersebut, pengunjung dapat melihat bentuk rababo, menyaksikan proses pembuatannya, hingga berkesempatan mempelajari teknik dasar memainkannya langsung dari sang ahli.

Keberadaan rababo menambah daftar kekayaan seni tradisi di Indonesia, khususnya di Bolaang Mongondow. Upaya mengenal dan mempelajarinya menjadi salah satu langkah untuk menjaga tradisi agar tetap hidup dan tidak lekang oleh waktu.