BERITA TERKINI
DBS: Yen Jepang Paling Undervalued di G10, Berpeluang Pulih

DBS: Yen Jepang Paling Undervalued di G10, Berpeluang Pulih

Analis DBS Group Research, Chang Wei Liang, menilai yen Jepang (JPY) masih menjadi mata uang yang paling undervalued di kelompok G10 berdasarkan metrik DBS Equilibrium Exchange Rate (DEER). Menurutnya, kondisi tersebut membuka ruang bagi yen untuk pulih dari posisi valuasi yang dinilai terlalu rendah.

DBS mencatat sejumlah perkembangan politik turut meredakan sebagian kekhawatiran pasar. Setelah kemenangan telak Partai Demokrat Liberal (LDP) dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat pada Februari, pemerintah yang dipimpin Takaichi memberikan kejelasan mengenai rencana fiskal. Pemerintah menyatakan penangguhan pajak konsumsi selama dua tahun untuk makanan tidak akan bergantung pada penerbitan obligasi tambahan.

Selain itu, pernyataan pejabat pemerintah, termasuk Menteri Keuangan Katayama, yang menyebut pihaknya memantau pergerakan pasar pascapemilu dinilai dapat menahan spekulasi berlebihan terhadap yen.

DBS menambahkan, posisi jual spekulatif terhadap JPY berpotensi kembali ditutup apabila kekhawatiran fiskal terbukti berlebihan. Penutupan posisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang memungkinkan yen bergerak pulih dari valuasi yang jauh di bawah nilai yang dianggap mencerminkan fundamentalnya.