Aktris Dian Sastrowardoyo terlibat dalam film Esok Tanpa Ibu bersama Ali Fikry dan Ringgo Agus Rahman. Film ini mengangkat tema keluarga dengan memasukkan unsur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta isu lingkungan.
Dalam jumpa pers di kawasan Epicentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (19/1), Dian menyoroti fakta bahwa film tersebut disutradarai oleh sineas non-Indonesia. Esok Tanpa Ibu digarap Ho Wi-ding, sutradara Taiwan kelahiran Malaysia.
Dian menilai kolaborasi aktor Indonesia dengan sutradara dari luar negeri dalam proyek ini menjadi bukti bahwa para aktor Indonesia kini semakin siap terlibat dalam kerja sama internasional.
“Aktor Indonesia saat ini semakin baik, bahkan siap dengan kolaborasi internasional,” kata Dian.
Ia juga memuji cara kerja Ho Wi-ding selama proses penyutradaraan. Menurut Dian, sang sutradara bekerja ketat dan profesional, termasuk dalam memperhatikan detail dialog.
“Bahkan jika ada kata atau kalimat yang berbeda, itu bisa dikoreksi sama dia,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Ringgo Agus Rahman. Ia menilai Ho Wi-ding sangat jeli dan membawa budaya kerja yang biasa diterapkan di luar negeri ke dalam proyek film tersebut.
Ringgo menyoroti kebiasaan sang sutradara yang membuka ruang bagi aktor untuk memberi masukan dan berdiskusi sebelum pengambilan gambar dimulai.
“Pada saat baru datang ke lokasi syuting, yang aku lakukan pertama kali bukan ke tempat make up, tapi ketemu dengan Ho Wi-ding, kita ngobrol dulu. Setelah itu, baru ke ruang make up,” ungkap Ringgo.
Ringgo pun mengaku senang bekerja sama dengan Ho Wi-ding. Ia menyebut pengalaman syuting film Esok Tanpa Ibu sebagai salah satu pengalaman terbaik sepanjang kariernya.

