Konsultan emergensi dan terapi intensif anak, dr Yogi Prawira Sp.A, menanggapi video viral yang memperlihatkan seorang balita dibawa ke acara musik di kolam renang pada malam hari saat hujan. Ia mengingatkan situasi tersebut dapat menimbulkan sejumlah risiko serius bagi kesehatan dan keselamatan anak.
Menurut dr Yogi, balita bukanlah orang dewasa dalam ukuran lebih kecil. Tubuh anak masih berada pada fase tumbuh kembang, sistem imun belum matang, dan kemampuan mengatur suhu tubuh lebih rapuh dibandingkan orang dewasa.
Ia menjelaskan balita memiliki luas permukaan kulit relatif lebih besar dibandingkan massa tubuhnya, sehingga panas tubuh lebih cepat hilang. Karena itu, paparan hujan dan udara malam dapat membuat risiko hipotermia muncul lebih cepat, terutama bila pakaian basah dibiarkan menempel dalam waktu lama.
Selain hipotermia, dr Yogi menyebut paparan dingin dan basah yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, mulai dari batuk pilek hingga penyakit yang lebih serius seperti bronkiolitis dan pneumonia. Pada anak di bawah lima tahun, ia menambahkan, pneumonia masih termasuk salah satu penyebab kematian terbanyak.
Risiko lain, kata dr Yogi, datang dari lingkungan konser itu sendiri. Tingkat kebisingan konser yang umumnya berada di kisaran 100 hingga 110 desibel dinilai jauh melampaui ambang aman untuk telinga anak. Ia menilai telinga balita masih sangat sensitif, sehingga paparan suara keras dalam durasi panjang dapat memicu gangguan pendengaran, baik sementara maupun permanen.
Ia juga mengingatkan kerumunan dalam acara musik dapat meningkatkan risiko anak terinjak atau terhimpit massa. Di sisi lain, kondisi ramai berpotensi memperbesar penularan penyakit infeksi droplet seperti flu, Covid-19, dan tuberkulosis.
Dr Yogi menambahkan suasana konser dapat memicu stres psikologis pada anak, termasuk akibat kebisingan, lampu yang menyilaukan, serta lingkungan asing pada waktu yang seharusnya menjadi jam tidur balita.
Menurutnya, tidur malam berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Saat tidur, hormon pertumbuhan bekerja, otak memproses memori, dan sistem imun melakukan pemulihan.