Band rock asal Pennsylvania, Feaster, merilis video musik terbaru untuk lagu “Eyes Wide”, salah satu materi dari album debut penuh mereka, Big Super. Video ini hadir tak lama setelah album tersebut dirilis pada awal bulan ini, sekaligus melanjutkan momentum yang tengah dibangun grup tersebut.
Meski Feaster terbilang nama baru, band ini berangkat dari proyek sebelumnya yang digawangi dua pendirinya, Jared Rodriguez dan Ian Lozinski, yang pernah bermain bersama dalam band Snacks Chapman. Formasi kemudian berkembang dengan bergabungnya Chris Hranj, yang dikenal lewat Save Face, serta Andreas Constantinou dari Zaku, Mountain Chiefs, dan Dead World. Feaster lebih dulu memperkenalkan diri melalui EP Pearly Gates pada 2024, sebelum melangkah ke album Big Super.
Proses penulisan Big Super berlangsung di tengah situasi yang tidak ideal bagi para personelnya. Rodriguez baru mengalami perpisahan dalam hubungan pribadinya, sementara Lozinski menghadapi masa pengangguran. Namun kondisi itu memberi ruang bagi keduanya untuk fokus menciptakan musik tanpa tekanan waktu. Ketika Rodriguez pindah dan tinggal bersama Lozinski, mereka mulai mengembangkan gagasan-gagasan yang kemudian menjadi fondasi album.
Secara musikal, Big Super digambarkan bergerak bebas melintasi pengaruh rock, post-punk, hingga sentuhan psikedelik yang liar. Karakter tersebut juga menonjol dalam “Eyes Wide”, lagu yang kini mendapatkan sorotan lewat video musik terbarunya.
“Eyes Wide” dibangun dengan gitar post-punk yang saling berkelindan, permainan ritme yang terus berputar, serta perubahan dinamika yang datang tiba-tiba, menciptakan atmosfer tegang yang nyaris tak memberi ruang nyaman bagi pendengar. Di atasnya, vokal Jared Rodriguez bergerak di antara berbagai nuansa yang menambah kedalaman lagu.
Daya tarik lagu ini tidak hanya terletak pada intensitasnya, tetapi juga pada kemampuannya berpindah arah secara tak terduga. Dalam satu bagian, Feaster terdengar agresif dan meledak-ledak, lalu bergeser ke ruang psikedelik yang ganjil dan nyaris surealis. Pergantian itu disebut berlangsung alami dan memperlihatkan chemistry yang kuat di antara para personel.
Nuansa yang sulit ditebak tersebut diterjemahkan ke dalam video musik yang disutradarai Connor Meany. Dalam produksinya, Meany bekerja bersama produser Hailey Suzanne Smith, sinematografer Chris Lundy, gaffer Mike Yadvish, dan colorist James Orr. Visual video dirancang mengikuti karakter lagu yang terus berubah.
Meany menyampaikan bahwa sejak pertama kali mendengar “Eyes Wide”, ia merasakan sensasi seperti dibawa dalam perjalanan tanpa tujuan yang jelas. Gagasan itu kemudian diwujudkan melalui permainan warna dan pencahayaan yang terus berganti sepanjang video. Ia juga sengaja menyeimbangkan elemen pertunjukan band dan alur cerita agar pengalaman visualnya terasa mengalir tanpa putus.
Dari sisi tema, Feaster menjelaskan video ini terinspirasi dari pengalaman ketika seseorang sangat membutuhkan tidur, tetapi tidak bisa beristirahat karena pikiran dipenuhi kekhawatiran. Mereka menggambarkan pikiran yang terus berputar itu seperti tamu tak diundang yang mengganggu ketenangan yang diperlukan untuk memulihkan diri.
Meski mengangkat kecemasan dan kelelahan mental, Feaster menyisipkan humor gelap. Adegan penculikan dan kematian beberapa anggota band ditampilkan secara berlebihan dan menghibur. Band ini juga mengungkap bahwa salah satu figuran dalam video tersebut merupakan kerabat mereka yang seminggu sebelumnya sempat menjadi figuran dalam film “Happy Gilmore 2”, sebelum syuting video dimulai.