France 4 menayangkan perdana film dokumenter Indochine, une révolution musicale pada Senin, 2 Maret pukul 21.00. Program yang juga tersedia melalui france.tv ini merupakan dokumenter yang belum pernah diputar sebelumnya, disutradarai Laurent Allen-Caron berdasarkan ide asli Laurent Delahousse.
Diproduksi Magnéto Presse, dokumenter ini diedit oleh Dorothée Creel, dengan kepala penulisan Fabien Boucheseiche dan Erwan L’Éléouet. Film ini menelusuri lebih dari empat dekade perjalanan Indochine—band yang menjadi salah satu ikon rock Prancis—melalui sudut pandang dan kesaksian salah satu pendirinya, Nicola Sirkis.
Sejak awal 1980-an, Indochine dikenal lewat lagu-lagu yang kemudian melekat pada berbagai generasi, seperti “L’Aventurier”, “3e sexe”, dan “J’ai demandé à la lune”. Dokumenter ini mengulas perjalanan kelompok tersebut yang ditandai keberhasilan besar, pernyataan publik, serta kemampuan mereka beradaptasi dan berevolusi mengikuti perubahan sosial dan budaya di Prancis.
Melalui konser-konser istimewa dan arsip yang disebut langka, Nicola Sirkis menceritakan proses lahirnya lagu-lagu hits, dinamika tur, masa-masa keraguan, hingga kesetiaan penggemar yang terus bertahan. Film ini juga menyoroti periode sulit pada 1990-an dan kembalinya Indochine ke panggung utama pada awal 2000-an, terutama lewat album Paradize yang dipaparkan sebagai titik perubahan penting secara artistik dan komersial.
Sejumlah artis dan tokoh turut memberi kesaksian tentang pengaruh Indochine di panggung budaya Prancis, di antaranya Christine and the Queens, Helena Noguerra, Bénabar, Mickaël Furnon (Mickey 3D), serta perancang busana Olivier Rousteing.
Disusun sebagai kisah orang pertama, narasi dokumenter bergerak secara kronologis, dilengkapi foto arsip, cuplikan konser, serta rekaman eksklusif yang belum pernah dipublikasikan. Magnéto Presse menempatkan proyek ini dalam kerangka pelestarian warisan, terkait dengan memori skena musik rock Prancis.
Lebih dari sekadar kisah sukses, film ini menggali tema-tema yang kerap hadir dalam karya Indochine, seperti identitas, perbedaan, keterlibatan, serta relasi dengan masa kanak-kanak dan remaja. Estetika visual yang terinspirasi imajinasi new wave awal dipertemukan dengan gambaran tur besar yang spektakuler pada 2000-an dan 2010-an.
Penayangan dokumenter ini berlangsung pada pekan yang sama dengan program televisi lain yang juga didedikasikan untuk Indochine, Indochine: Arena Tour. Film ini ditujukan tidak hanya bagi penggemar musik, tetapi juga penonton yang ingin memahami evolusi industri musik dan dampak budaya sebuah band yang selama bertahun-tahun mampu memenuhi venue-venue terbesar di Prancis.
Melalui arsip, kesaksian, dan cuplikan konser, dokumenter ini menelusuri bagaimana Indochine bertahan selama puluhan tahun dengan menyesuaikan gaya musik dan penampilan, sambil mempertahankan identitas yang kuat. Pada akhirnya, film ini menegaskan peran unik Indochine dalam sejarah rock Prancis dan jejaknya dalam ingatan kolektif.

