Dua bulan setelah banjir bandang melanda, aktivitas belajar di Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III, Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, belum sepenuhnya kembali normal. Para santriwati masih mengikuti pelajaran dalam kondisi serba terbatas, tanpa kursi, meja, maupun kitab yang layak digunakan.
Pada malam 31 Januari 2026, ruang-ruang kelas di dayah tersebut kembali terisi. Santriwati tampak duduk bersila di lantai dan mengaji secara lesehan. Sejumlah fasilitas belajar yang biasanya menunjang kegiatan di kelas belum tersedia setelah terdampak banjir bandang.
Jejak bencana masih terlihat di area belajar. Lantai ruang kelas masih menyisakan noda lumpur yang telah mengering. Di beberapa sudut ruangan, tampak tumpukan kitab dalam kondisi rusak; kertasnya menggelembung, kusut, dan rapuh akibat terendam air dan lumpur. Kitab-kitab tersebut sudah tidak dapat digunakan, namun belum sepenuhnya disingkirkan dari ruang belajar.
Di luar bangunan, lumpur kering masih menutupi halaman dan jalur antar-gedung. Sejumlah santri bersama warga sekitar terus melakukan pembersihan sisa endapan lumpur. Di bagian depan halaman dayah, tenda milik BNPB masih berdiri.

