Jakarta — Brady Ebert, mantan gitaris band hardcore punk Turnstile, dilaporkan dikeluarkan dari band barunya, The S.E.T., setelah melontarkan tuduhan terhadap mantan rekan satu bandnya terkait dugaan penyalahgunaan uang hasil konser penggalangan dana.
Band hardcore asal Baltimore, Amerika Serikat itu mengumumkan keputusan tersebut melalui pernyataan resmi di akun Instagram mereka, @theselfevidenttruth. Pengumuman ini muncul sekitar satu bulan sebelum The S.E.T. merilis EP debut berjudul Self Evident Truth yang dijadwalkan meluncur pada 6 Maret.
“Brady tidak lagi menjadi anggota THE S.E.T. Kami tidak memaafkan komentar dan perilakunya yang tidak pantas terhadap anggota band serta komunitas kami,” tulis The S.E.T. dalam pernyataan mereka.
Band tersebut menambahkan bahwa mereka akan “terus berjuang untuk skena musik hardcore Baltimore” dan menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diterima. The S.E.T. disebut debut pada September tahun lalu saat tampil perdana di sebuah restoran Meksiko di Baltimore. Hingga kini, Ebert belum memberikan tanggapan terbuka terkait pemecatannya.
Peristiwa ini terjadi setelah Ebert membagikan sejumlah komentar provokatif di media sosial dalam beberapa pekan terakhir, yang ditujukan kepada mantan rekan-rekannya di Turnstile.
Pada akhir Januari, Turnstile mengunggah foto bertuliskan “abolish ICE” sebagai pernyataan sikap terhadap tindakan Departemen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Unggahan itu kemudian dibagikan ulang oleh jurnalis musik Jesea Lee. Dari sana, Ebert mengomentari unggahan tersebut dan menuding Turnstile melakukan politik performatif.
“Lmao, gak ada satu pun di Turnstile yang peduli sama etika atau isu-isu sosial secara umum. Mereka cuman menghibur penonton mereka,” tulis Ebert, seperti dikutip dari NME.
Ebert kemudian menuduh band tersebut menyalahgunakan dana dari konser amal sebelumnya. Ia mengklaim Turnstile mengumpulkan US$10 ribu dari konser tersebut, sebelum vokalis utama Brendan Yates diduga mengambil US$4 ribu dari pendapatan. “Mereka mengklaim kalo semua hasil penjualan akan disumbangkan untuk layanan kesehatan tunawisma,” tulisnya.
Dalam rangkaian unggahan itu, Ebert juga menyinggung kepergiannya dari Turnstile pada 2022 setelah 12 tahun bersama. Pada saat itu, NME melaporkan drummer Daniel Fang mengajukan permohonan perintah pembatasan terhadap Ebert.
Ebert turut menuliskan versinya terkait proses tersebut. “Teman-temanku juga ngajuin perintah pembatasan dan coba tebak? Mereka bawa dua pengacara. Gue datang ke pengadilan sendirian dan hakim MENOLAK perintah tersebut karena gak ada ketentuan dalam undang-undang yang mengatur syarat-syarat harus dipenuhi buat dapetin perintah penahanan. Mereka gak bisa memenuhi syarat-syarat itu,” tulisnya. Ia menambahkan, “Dengan kata lain, mereka gak punya alasan buat ngajuin gugatan itu, dan semuanya cuman lewat pesan teks yang mereka tunjukkan kepada hakim. Hakim setuju sama gue tanpa gue harus bersaksi. Jadi, lain kali sebelum lu nyebarin informasi palsu, bilang langsung ke muka gue.”
Ebert merupakan salah satu pendiri Turnstile bersama Brendan Yates. Band itu didirikan pada 2010, bersama bassis dan vokalis Franz Lyons, drummer Daniel Fang, serta gitaris Sean Cullen yang keluar pada 2015 dan digantikan Pat McCrory. Ebert tercatat bermain dalam tiga album studio Turnstile: Nonstop Feeling (2016), Time & Space (2018), dan Glow On (2021).
Di sisi lain, Turnstile disebut meraih lima nominasi Grammy Awards tahun ini. Dalam laporan yang sama, band tersebut juga disebut membawa pulang piala untuk kategori Best Rock Album melalui album Never Enough serta Best Metal Performance lewat lagu “Birds”.

