Pandita Handy Prasetya menulis esai bertema Imlek dengan menyoroti makna Tahun Kelinci Air. Dalam tulisannya, ia menyampaikan harapan agar pergantian tahun ini dapat menjadi momentum terjadinya limpahan kebaikan.
Esai tersebut menempatkan Tahun Kelinci Air sebagai penanda awal yang diharapkan membawa dorongan positif, sekaligus mengajak pembaca memaknai perayaan Imlek sebagai kesempatan untuk menumbuhkan kebaikan dalam kehidupan.