Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batubara (minerba) pada 2026 mencapai Rp 134 triliun. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan target 2025 sebesar Rp 124,7 triliun, meski pemerintah berencana memangkas produksi batu bara dan nikel melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, kenaikan harga sejumlah komoditas menjadi salah satu faktor yang diyakini dapat mendukung pencapaian target PNBP 2026. Ia menyebut beberapa komoditas yang harganya meningkat, antara lain timah, nikel, dan emas.
Selain mengandalkan pergerakan harga komoditas, ESDM juga menilai target tersebut dapat dikejar melalui penguatan pengawasan dan perbaikan tata kelola di sektor minerba. Tri menyatakan kementeriannya menyiapkan skenario lain apabila harga komoditas mengalami penurunan atau bergerak landai.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi PNBP sektor minerba pada 2025 mencapai Rp 138,37 triliun, melampaui target APBN yang ditetapkan sebesar Rp 127,44 triliun. Sementara itu, total PNBP ESDM pada 2025 tercatat Rp 243,41 triliun, lebih rendah dari target Rp 255,5 triliun.
ESDM sebelumnya menyatakan akan memangkas produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026. Angka itu turun hampir 200 juta ton dibandingkan produksi batu bara pada 2025 yang mencapai 790 juta ton.

