Musik dan podcast kian menempel pada rutinitas masyarakat Indonesia. Audio hadir untuk menemani beragam aktivitas, mulai dari bekerja, perjalanan, olahraga, hingga waktu bersantai. Seiring perannya yang semakin penting, ekspektasi pengguna pun ikut berubah—bukan hanya soal konten yang didengar, tetapi juga pengalaman mendengarkan secara menyeluruh.
Perubahan ini ikut memengaruhi perilaku konsumen. Musik kerap dipilih untuk menjaga suasana hati dan produktivitas, sementara podcast menjadi sarana mencari inspirasi, wawasan baru, hingga mengikuti tren. Ketika audio digunakan hampir sepanjang hari, kualitas suara, kenyamanan, dan kedalaman pengalaman menjadi faktor yang semakin dipertimbangkan.
Di tengah tren tersebut, pasar earphone di Indonesia terus bertumbuh, dengan kategori true wireless stereo (TWS) menjadi salah satu yang paling diminati. Popularitas TWS didorong oleh konektivitas Bluetooth yang praktis dan desain tanpa kabel, sejalan dengan tren smartphone yang makin banyak meninggalkan audio jack.
Samsung menempatkan inovasi audio sebagai bagian dari pengembangan pengalaman pengguna, tidak hanya pada kualitas suara, tetapi juga pengalaman yang personal dan terintegrasi. Kebutuhan untuk mendengarkan lebih fokus membuat fitur seperti Active Noise Cancelling (ANC), kecerdasan buatan, serta integrasi dengan asisten pintar semakin relevan. Samsung kemudian mengembangkan pendekatan audio berbasis ekosistem Galaxy untuk menghadirkan konektivitas mulus antarperangkat.
“Musik dan podcast kini menjadi bagian dari cara masyarakat Indonesia beraktivitas dan mengekspresikan diri. Seiring itu, ekspektasi terhadap pengalaman audio pun berkembang. Melalui ekosistem Galaxy yang semakin terintegrasi, Samsung terus menghadirkan inovasi audio yang lebih imersif dan relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia.
Komitmen tersebut tercermin dalam lini Galaxy Buds yang terus diperbarui. Galaxy Buds2 meluncur pada Agustus 2021, disusul Galaxy Buds2 Pro pada Agustus 2022. Seri ini membawa desain ergonomis yang lebih ringkas dan bobot ringan, serta peningkatan fitur ANC dan two-way dynamic speaker untuk pengalaman mendengarkan yang lebih optimal. Pada Galaxy Buds2 Pro, Samsung juga menambahkan fitur Neck Stretch Reminder untuk membantu pengguna menjaga postur tubuh saat duduk terlalu lama.
Evolusi berlanjut dengan hadirnya Galaxy Buds3 dan Galaxy Buds3 Pro pada Juli 2024. Pembaruan yang diusung antara lain Adaptive EQ, Adaptive ANC, serta integrasi Gemini AI. Seri ini juga menampilkan desain dengan Blade Lights yang disebut memberi sentuhan futuristis sekaligus fungsional, termasuk untuk mengatur volume dan pemutaran konten secara lebih intuitif.
Samsung kemudian memperluas jangkauan inovasi audio melalui Galaxy Buds3 FE yang dirilis pada September 2025. Perangkat ini dipasarkan di kisaran harga Rp1 jutaan dan menawarkan kombinasi desain ergonomis serta fitur seperti ANC dan Gemini AI, sehingga ditujukan sebagai opsi yang lebih terjangkau bagi konsumen yang menginginkan fitur premium.
Menurut Samsung, integrasi dengan ekosistem Galaxy membuat Galaxy Buds bukan sekadar earphone nirkabel, melainkan bagian dari pengalaman yang mendukung produktivitas, komunikasi, kreativitas, hingga hiburan. Dengan perangkat yang saling terhubung, pengalaman penggunaan diklaim menjadi lebih konsisten dan cerdas.
Melihat perubahan kebutuhan pengguna, Samsung menilai TWS masa kini perlu adaptif dan intuitif, sambil tetap menjaga kualitas suara yang jernih. Perusahaan menyatakan akan terus memperkuat standar pengalaman TWS melalui pengembangan teknologi audio berkelanjutan, dengan fokus pada pengalaman mendengarkan yang semakin cerdas, personal, dan relevan bagi aktivitas sehari-hari.

