Perayaan Fête de la Musique kembali digelar di Paris dan seluruh wilayah Île-de-France pada Minggu, 21 Juni 2026. Tradisi tahunan yang bertepatan dengan datangnya musim panas ini kembali menghadirkan berbagai pertunjukan musik di ruang publik, memberi kesempatan warga menikmati malam panjang ditemani alunan musik hingga matahari terbenam.
Fête de la Musique pertama kali diselenggarakan pada 1982. Perayaan ini diprakarsai oleh Jack Lang selaku Menteri Kebudayaan, bersama Maurice Fleuret dan Christian Dupavillon. Sejak awal, gagasannya adalah menghadirkan pesta besar yang membuka ruang bagi semua musisi untuk tampil dan dikenal dalam satu malam. Lebih dari empat dekade kemudian, konsep itu tetap bertahan dan bahkan menginspirasi banyak negara di Eropa.
Setiap 21 Juni, musisi dan penyanyi—termasuk yang masih pemula—turun ke jalan dan menghidupkan berbagai sudut kota. Beragam genre hadir dalam perayaan ini, mulai dari rock, rap, elektro, klasik, zouk, funk, metal, pop Prancis, hingga blues dan jazz.
Di Paris, musik terdengar di banyak titik, termasuk di arrondissement ke-9 yang berbatasan dengan Montmartre dan dikenal sebagai kawasan yang hidup. Tahun ini, salah satu acara yang mencuri perhatian berlangsung di depan Hôtel Rochechouart, Pigalle, melalui sebuah DJ set luar ruangan yang dikemas tidak biasa.
Menjelang matahari terbenam, nada-nada pertama mulai terdengar dan area depan hotel berubah menjadi panggung terbuka. Sang DJ tampil dari atas sebuah Citroën 2CV yang didandani khusus untuk acara tersebut, menghadirkan suasana yang ramah, elegan, dan meriah.
Set dimulai dengan tempo yang lebih tenang di sekitar bar dan teras, memberi ruang bagi pengunjung untuk bersantai sambil menikmati rangkaian musik yang dipilih secara cermat. Seiring waktu, ritme meningkat, interaksi dengan penonton semakin intens, dan area di depan hotel serta restoran berkembang menjadi titik kumpul yang hangat.
Sepanjang malam, acara ini memadukan pengalaman musik dengan suasana musim panas, sekaligus menawarkan kedekatan yang berbeda antara penampil dan penonton. Tanpa panggung tradisional, posisi DJ di atas 2CV menciptakan atmosfer intim dan orisinal. Pengunjung juga dapat bergerak bebas antara restoran, bar, dan ruang luar sambil menikmati layanan yang tersedia atau berkumpul bersama teman.
Alur pertunjukan dirancang sebagai perjalanan energi yang bertahap: pembukaan bergaya lounge di awal malam, berlanjut ke suasana yang semakin dinamis, lalu ditutup dengan sesi meriah yang merangkul semua orang. Lebih dari sekadar konser, rangkaian ini menjadi momen pertemuan sosial yang menyatukan musik, gaya hidup, dan latar tempat yang tidak biasa di depan Hôtel Rochechouart.