Grup komedi GJLS yang beranggotakan Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir resmi berkolaborasi dengan sutradara Monty Tiwa untuk menggarap serial komedi horor berjudul Roh Halu. Serial ini dijadwalkan tayang pada 2026 sebagai bagian dari Vidio Original Series.
Roh Halu disebut akan memadukan unsur mistis dengan komedi absurd yang selama ini menjadi ciri khas GJLS dan dikenal luas di kalangan penonton muda. Kolaborasi tersebut mempertemukan gaya komedi spontan GJLS dengan pengalaman Monty Tiwa yang kerap menggarap karya lintas genre.
Monty Tiwa dikenal lewat sejumlah karya horor dan komedi, di antaranya Keramat 2 serta GJLS: Ibuku Ibu-Ibu. Proyek Roh Halu dinilai sebagai kelanjutan eksplorasinya dalam menggabungkan unsur tawa dan ketegangan.
Cerita Roh Halu berpusat pada sebuah tim kanal YouTube yang kehilangan salah satu anggotanya. Demi menjaga kelangsungan konten, mereka mencari pengganti, namun keputusan itu justru membawa tim tersebut ke rangkaian kejadian mistis dan situasi yang absurd. Alur dibangun dengan pendekatan ringan, menjadikan elemen horor sebagai pemantik humor, bukan semata-mata untuk menebar ketakutan.
Dalam pembagian peran, Ananta Rispo memerankan sutradara kanal sementara yang harus mengendalikan kekacauan tim. Hifdzi Khoir tampil sebagai produser yang ambisius, terorganisir, dan penuh perhitungan. Sementara Rigen Rakelna berperan sebagai setan yang menjadi sumber komedi utama lewat interaksi nyelenehnya dengan karakter lain.
Rigen mengaku ini menjadi pengalaman pertamanya memerankan sosok setan. “Ini kali pertama saya berperan sebagai setan. Pastinya saya akan riset, tapi usah ribet lah, sudah ada teman-teman,” ujarnya saat acara Vidio pada awal Februari 2026. Pendekatan tersebut disebut terinspirasi dari film-film komedi horor luar negeri, ketika sosok setan justru menjadi elemen penghibur.
Saat ini, Roh Halu masih berada dalam tahap pengembangan naskah dan pra-produksi. Proses syuting dijadwalkan dimulai pada pertengahan 2026. Monty Tiwa juga mengakui gaya absurd GJLS menjadi tantangan tersendiri karena dinilai menabrak pakem penyutradaraan konvensional.
Dengan perpaduan horor, komedi, serta kritik ringan terhadap dunia kreator digital, Roh Halu diharapkan menjadi salah satu tontonan segar bagi penikmat hiburan lokal pada 2026.

