Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik menggelar pemutaran film dalam rangkaian Palestine Solidarity Week 2025, bertepatan dengan International Day of Solidarity with the Palestinian People. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025, di XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat.
Film yang diputar berjudul Palestine 1920 berdurasi 48 menit. Dokumenter tersebut mengangkat sejarah, perjuangan, serta dinamika rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan mereka.
Melalui pemutaran film ini, kegiatan diharapkan menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.
Dalam acara tersebut, Kementerian Luar Negeri mengundang berbagai organisasi dan tokoh pemuda, termasuk Gerakan Pemuda Parmusi (GP Parmusi). Hadir mewakili GP Parmusi, Ketua Umum GP Parmusi Kifah Bey Gibraltar serta Ketua Pusat Media, Publikasi dan Relasi Budi Syahputra Sagala.
Pada kesempatan itu, Kifah menyampaikan pesan mengenai peran pemuda dalam isu perdamaian dan geopolitik global. Ia menekankan pentingnya kontribusi pemuda untuk peduli terhadap geopolitik dunia.
“Mari kita gelorakan aksi nyata perdamaian, saling merangkul dan tidak terpecah belah oleh apapun yang menimbulkan konflik. Pemuda harus mulai bisa menjadi garda terdepan untuk menjaga persatuan dan perdamaian di mana pun itu,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina serta memperkuat diplomasi publik yang mendorong solidaritas dan perdamaian internasional.

