Seorang guru besar IPB University menilai Kampus Dramaga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai “healing forest” atau ruang pulih di tengah aktivitas akademik. Gagasan ini muncul di tengah ritme perkuliahan yang padat, dengan berbagai tenggat yang datang silih berganti.
Menurut pandangan tersebut, kampus tidak hanya dituntut menjadi ruang belajar, tetapi juga dapat berperan sebagai lingkungan yang mendukung pemulihan dan kesejahteraan sivitas akademika. Konsep “healing forest” diposisikan sebagai ruang yang memungkinkan warga kampus memiliki jeda dari tekanan aktivitas harian, tanpa meninggalkan lingkungan akademik.
Wacana ini menyoroti pentingnya menghadirkan ruang yang nyaman dan menenangkan di area kampus, seiring meningkatnya kebutuhan akan keseimbangan antara aktivitas akademik dan kondisi psikologis. Kampus Dramaga dinilai memiliki karakter yang memungkinkan pengembangan ruang pulih tersebut.

