BERITA TERKINI
Hari Kedua Pelatihan Musik Liturgi Dekanat Nias Digelar di Gunungsitoli

Hari Kedua Pelatihan Musik Liturgi Dekanat Nias Digelar di Gunungsitoli

Tri-Komisi Kitab Suci, Liturgi, dan Kateketik Dekanat Nias Keuskupan Sibolga melanjutkan hari kedua pelatihan Musik Liturgi Gereja Katolik yang digelar di Aula Ruper Laverna St. Leopoldo, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Sabtu (14/03/2026).

Pelatihan ini diikuti perwakilan dari stasi, dengan masing-masing paroki mengutus dua orang peserta. Dengan total 21 paroki di wilayah Dekanat Nias, jumlah peserta mencapai 42 orang. Kegiatan pelatihan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.

Rangkaian kegiatan hari kedua diawali dengan ibadat menggunakan Yubilate, lalu dilanjutkan Perayaan Ekaristi sebagai ungkapan syukur. Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor RD Yusuf N. Lase, S.Fil., Lic.Th. Dalam permenungannya, ia menegaskan inti panggilan hidup kristiani, yakni mengasihi Allah sepenuh hati serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Pesan tersebut menjadi landasan rohani bagi kegiatan pelatihan, termasuk dalam pelayanan melalui lagu dan musik gereja.

Setelah itu, Br. Medard Sihura, OFMCap., memaparkan pedoman bagi para pemusik liturgi. Suasana pagi berlangsung hidup, diwarnai canda peserta, termasuk saat muncul istilah yang menyinggung kebiasaan dalam praktik bermusik di paroki, seperti sindiran ringan bagi organis yang terbiasa bermain pada satu nada dasar (kunci C) dan menyiasati nada lain melalui transposisi.

Materi berikutnya disampaikan Amonius Halawa, S.Ag., MM., yang memperdalam aspek praktis bagi para organis dalam pelayanan liturgi. Penekanan diberikan pada sikap pelayanan, kepekaan liturgis, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi umat dalam perayaan.

Di akhir pemaparan, peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk mempersiapkan latihan lagu dan musik liturgi. Dari pengamatan pendamping, dua kelompok dinilai masih membutuhkan penguatan, baik dari sisi musikalitas maupun pembagian peran. Seusai makan siang, para pendamping mengevaluasi proses pelatihan dan melakukan pertukaran beberapa anggota kelompok untuk memperkaya latihan dan membantu kinerja tiap kelompok.

Proses penyesuaian terlihat pada peserta yang dipindahkan ke kelompok lain. Seiring berjalannya latihan, kelompok yang sebelumnya tampak kurang percaya diri mulai menunjukkan keseriusan dan semangat.

Pada pukul 20.00 WIB, peserta kembali berkumpul di aula untuk mempraktikkan hasil latihan kelompok. Setiap penampilan menghadirkan kesan beragam dan diwarnai canda tawa, terutama ketika gaya dirigen dan permainan musik memunculkan berbagai kejutan.

Sesi malam yang semula direncanakan berakhir pukul 21.00 WIB berlangsung lebih lama hingga pukul 22.15 WIB. Kegiatan kemudian ditutup dengan ibadat malam dengan lagu dipimpin Suster Claren, doa malam oleh Marinus Nokhogu Manao, serta berkat penutup oleh Pastor RD Marthin L. Halawa, S.Ag., M.Fil.