BERITA TERKINI
Hari Musik Nasional 2026: Musik Diingatkan sebagai Penguat Identitas dan Pendidikan Karakter

Hari Musik Nasional 2026: Musik Diingatkan sebagai Penguat Identitas dan Pendidikan Karakter

Peringatan Hari Musik Nasional 2026 menjadi momentum untuk kembali menegaskan peran musik dalam membangun karakter sekaligus identitas bangsa. Hal itu mengemuka dalam dialog Malang Menyapa yang disiarkan Pro 1 RRI Malang, Selasa (10/3/2026), dengan menghadirkan Kepala Museum Musik Indonesia Ratna Sakti Wulandari dan Founder Miben Voice Yukhe Oktaf.

Ratna Sakti Wulandari menilai, sejak masa perjuangan kemerdekaan musik telah berperan sebagai penyemangat dan simbol persatuan. Lagu-lagu seperti Indonesia Raya dan berbagai lagu perjuangan disebut menjadi media yang menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.

“Sejak dulu musik menjadi penyemangat perjuangan. Lagu-lagu seperti Indonesia Raya mampu menumbuhkan rasa nasionalisme dan menyatukan masyarakat yang beragam,” ujar Ratna.

Ia juga menyoroti kekayaan musik Indonesia yang tercermin dari banyaknya lagu daerah serta ragam alat musik tradisional. Menurutnya, kekayaan tersebut semestinya menjadi kebanggaan dan terus diperkenalkan kepada dunia.

“Kita memiliki ribuan alat musik dan ragam musik daerah. Jangan sampai kita justru malu dengan musik Indonesia, sebaliknya harus kita sebarkan dan kenalkan ke seluruh dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Yukhe Oktaf menekankan musik dapat menjadi sarana efektif dalam pendidikan karakter anak. Ia menilai, anak-anak tidak selalu mudah menerima nasihat secara langsung, namun pesan moral dapat lebih mudah dipahami melalui lagu dan aktivitas bermusik.

“Di tiap anak tidak selalu mudah menerima nasihat secara lisan. Tapi lewat musik, pesan itu bisa masuk dengan lebih ringan dan menyenangkan,” ungkap Yukhe.

Yukhe juga menilai dukungan keluarga dan pemerintah penting untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap musik nasional. Ia berharap pendidikan musik mendapat perhatian lebih dalam kurikulum sekolah agar anak-anak semakin dekat dengan lagu nasional dan budaya Indonesia.

“Peran orang tua dan pemerintah sangat berpengaruh. Kalau bisa, musik juga lebih dikuatkan dalam kurikulum sekolah supaya anak-anak semakin dekat dengan lagu nasional dan budaya kita,” pungkasnya.