Hoang Quyen merilis album “River” dalam format piringan hitam (vinyl) sebagai bagian dari proyek musik “Quyen Gallery No.2”. Rilisan ini melanjutkan langkahnya setelah “Quyen Gallery No.1” pada Agustus 2023, ketika ia memperkenalkan album “A Diary of Melody” yang berisi komposisi debutnya dan menandai peralihan peran dari penyanyi menjadi penulis lagu sekaligus produser musik.
Album “River” memuat delapan lagu. Melalui karya ini, Hoang Quyen disebut tidak hanya meneruskan eksplorasinya sebagai penulis lagu, tetapi juga menampilkan karakter vokal yang lebih matang, dewasa, dan halus. “River” digambarkan sebagai aliran artistik yang memuat emosi serta pengalaman, sekaligus metafora perjalanan musiknya menuju ruang yang lebih luas.
Seluruh aransemen musik album ini dikerjakan direktur musik asal Prancis, Jean Sebastien Simonoviez. Proses rekaman dilakukan secara analog di studio La Buissan, Prancis, dengan tujuan mempertahankan kualitas suara Hoang Quyen yang paling alami. Album ini juga menandai kolaborasi Hoang Quyen dengan teknisi suara Haro Gérard, pemilik studio La Buissanson.
Hoang Quyen menyebut pengerjaan “River” sebagai proses artistik yang dilakukan dengan ketelitian tinggi. Ia mengaku kerap diliputi kegelisahan kreatif di setiap tahapan, termasuk dalam menyaring materi, memproduksi, hingga menentukan cara merilis momen-momen artistik dengan kualitas dan keaslian setinggi mungkin.
Sejumlah judul lagu yang ada dalam “River” antara lain “A Journey in Thought”, “Quiet Night”, “Today I Am Fragile”, “The River”, “Broken”, “The Stars”, serta dua lagu yang sama-sama berjudul “What Will You Do on a Rainy Weekend?”. Rangkaian lagu tersebut menghadirkan konsep metaforis tentang ketenangan batin dan gagasan tentang aliran kehidupan, dengan ruang musik yang digambarkan terbuka serta mendalam. Vokal alto Hoang Quyen ditampilkan dalam bentuk yang disebut natural, manis, dan menyentuh.
Komposisi dalam album ini disebut lahir dari perjalanan dan pengalaman hidup Hoang Quyen, yang kemudian dirangkum menjadi refleksi mengenai keindahan dunia, cinta, dan kehidupan. Dengan latar instrumental yang dipengaruhi jazz, warna vokalnya yang klasik dan elegan diposisikan seperti percakapan yang menyampaikan pikiran serta perasaan secara tulus.
Jean Sebastien Simonoviez mengatakan melodi dalam komposisi Hoang Quyen sudah kuat sehingga ia nyaris tidak perlu melakukan penyesuaian pada bagian itu dan lebih berfokus pada aransemen. Ia juga menyebut mempelajari lirik untuk menangkap serta mengekspresikan semangat dan emosi dari kata-kata maupun melodi. Musisi tersebut menyatakan penghormatannya karena dapat berkontribusi pada karya Hoang Quyen, sekaligus membawa gaya musiknya ke Vietnam, negara yang telah ia tinggali selama enam tahun dan ia sebut sangat ia cintai.
Hoang Quyen menilai kolaborasi lintas negara dalam “River” sebagai pengalaman yang membantunya merasakan etos kerja global, ketika perbedaan geografis tidak lagi menjadi batas dan semua pihak terhubung oleh tujuan menciptakan suara terbaik bersama. Ia juga menyebut “River” bukan sekadar proyek kolaborasi internasional, melainkan “kunci” untuk membuka perjalanan baru setelah lebih dari satu dekade berkiprah di industri musik.
Selain format vinyl, “River” juga dijadwalkan rilis dalam format digital di platform musik digital mulai 11 Maret 2026, sehingga pendengar dapat menikmati lagu-lagu baru Hoang Quyen melalui berbagai cara.

