BERITA TERKINI
Hujan Deras Warnai Puncak Festival Pesona Bau Nyale di Pantai Seger, Konser Geisha Dibatalkan

Hujan Deras Warnai Puncak Festival Pesona Bau Nyale di Pantai Seger, Konser Geisha Dibatalkan

Praya — Malam puncak Festival Pesona Bau Nyale yang dipusatkan di kawasan Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah, pada Sabtu (7/2/2026) tidak berjalan sesuai rencana setelah hujan deras mengguyur lokasi dan sekitarnya selama lebih dari tiga jam. Sejumlah agenda terpaksa dibatalkan, termasuk konser musik grup band Geisha.

Sejumlah pengunjung, termasuk wisatawan yang sudah berada di lokasi sejak sore, memilih pulang dalam kondisi basah kuyup. Namun, sebagian lainnya tetap bertahan hingga Minggu (8/2/2026) pagi untuk melanjutkan proses bau nyale atau menangkap nyale, sejenis cacing laut.

Menjelang waktu bau nyale, jumlah masyarakat yang datang ke Pantai Seger justru semakin bertambah. Meski demikian, sebagian pengunjung pulang dengan rasa kecewa karena nyale yang diharapkan tidak banyak keluar.

Sebelum hujan turun, suasana perayaan sempat berlangsung semarak. Di panggung hiburan, sejumlah atraksi kesenian dan budaya lokal ditampilkan. Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri bersama Wakil Bupati Dr. H.M. Nursiah, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta undangan lainnya berada di lokasi sejak sekitar pukul 21.00 Wita.

Sekitar satu jam kemudian, hujan mulai turun di kawasan Pantai Seger. Hiburan pendukung masih sempat berlanjut, namun dihentikan setelah intensitas hujan meningkat. Pengunjung yang semula tenang kemudian panik mencari tempat berteduh.

Angin kencang yang beberapa kali datang bersamaan dengan hujan deras menyebabkan sejumlah tenda milik pengunjung rusak. Tenda undangan yang dipadati warga untuk berteduh juga sempat beberapa kali terguncang.

Hingga lebih dari dua jam, hujan belum menunjukkan tanda mereda dan justru semakin deras disertai petir. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur NTB Dr. H. Muhamad Iqbal tiba di lokasi bersama sejumlah undangan dari Pemerintah Provinsi NTB, termasuk Kapolda NTB dan jajaran pejabat Polda NTB.

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB menyampaikan pidato singkat untuk menyemangati pengunjung yang masih bertahan. Ia menekankan bahwa bau nyale tidak sekadar kegiatan menangkap nyale, melainkan mengandung nilai kearifan lokal, termasuk semangat berkorban bagi kepentingan orang banyak yang dikaitkan dengan legenda Putri Mandalika.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang telah menggelar acara tersebut, serta kepada masyarakat yang tetap datang mengikuti proses bau nyale meski dalam kondisi hujan. Ia berharap penyelenggaraan event bau nyale ke depan dapat berlangsung lebih baik.