Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Inaugurasi Sastra 2025 sebagai panggung kreativitas sekaligus ruang kebersamaan bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini mengadaptasi rangkaian tema PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) yang memaknai perjalanan mahasiswa baru dalam menemukan jati diri, disimbolkan melalui perjalanan dari gunung hingga hutan.
Dalam pelaksanaannya, inaugurasi mengusung tema “Nuansa Aztek”. Tema ini menggambarkan mahasiswa baru yang tengah berjuang dan bertahan hidup di “hutan” sebagai metafora proses adaptasi di lingkungan baru. Pesan filosofis yang ditekankan adalah pentingnya kemampuan beradaptasi, mengenali potensi diri, serta bekerja sama dalam menghadapi tantangan.
Penyelenggara menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga media pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa baru. Inaugurasi Sastra disebut sebagai ajang untuk menampilkan bakat seni, sekaligus memperkenalkan Fakultas Sastra sebagai ruang akademik yang kaya ekspresi budaya dan estetika. Sejumlah bidang turut dilibatkan, mulai dari musik, tari, teater, hingga kepenulisan naskah, sehingga mahasiswa mendapat pengalaman pengenalan multidisiplin.
Dari sisi persiapan, pembagian tugas dilakukan secara sistematis melalui daftar job desk tiap divisi. Setelah rekrutmen terbuka, panitia dibagi ke beberapa bidang seperti produksi, artistik, publikasi, konsumsi, dokumentasi, dan teknis. Koordinasi dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh elemen kerja berjalan terpadu.
Panitia juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kendala selama persiapan dan pelaksanaan. Kepekaan, kecepatan berpikir, serta fleksibilitas menjadi pendekatan utama dalam pengambilan keputusan. Evaluasi dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya dijadikan acuan, disertai rencana alternatif berupa plan B, C, dan D apabila terjadi hambatan mendadak di lapangan.
Respons penonton terhadap acara ini beragam. Mayoritas memberikan apresiasi positif terhadap pertunjukan yang dinilai kreatif dan menghibur, meski ada pula kritik pada beberapa aspek teknis dan artistik. Secara umum, kegiatan ini dinilai sukses dalam menampilkan potensi seni mahasiswa Fakultas Sastra.
Untuk pelaksanaan tahun berikutnya, penyelenggara berharap Inaugurasi Sastra dapat berlangsung lebih maksimal, meriah, dan kondusif. Harapan tersebut mencakup perencanaan yang lebih matang, pembagian kerja yang lebih merata, serta peningkatan fasilitas pendukung. Panitia juga menekankan pentingnya partisipasi seluruh elemen mahasiswa tanpa perbedaan perlakuan antarjurusan agar kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat berkarya.
Dua mahasiswa baru dari Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fardani dan Ganesha Tridharma Waluyo, menyampaikan kesan positif terhadap acara tersebut. “Dari segi persiapan, panitia terlihat matang dan kompak. Semua rangkaian acara berjalan lancar dan penuh antusiasme,” ujar Fardani.
Ganesha menilai acara ini menarik dari awal hingga akhir. “Acara ini menarik dari awal hingga akhir. Kami bisa melihat beragam ekspresi dan gaya berkesenian dari seluruh mahasiswa sastra,” katanya.
Keduanya juga menilai Inaugurasi Sastra sebagai wadah penting untuk mempererat hubungan antarangkatan dan antarprogram studi. “Selain bisa menambah relasi, acara ini memperluas wawasan kami tentang dunia seni dan sastra,” lanjut Ganesha.
Bagi mereka, bagian paling berkesan adalah proses persiapan. Musik pengiring yang mereka garap dalam waktu empat hari mengantarkan mereka meraih penghargaan sebagai penata iringan terbaik. “Latihan dan geladi dilakukan dengan semangat tinggi. Prosesnya menyenangkan dan penuh kebersamaan,” kenang Fardani.

