BERITA TERKINI
ING: Dolar AS Masih Punya Ruang Pulih di Tengah Ketidakpastian Tarif

ING: Dolar AS Masih Punya Ruang Pulih di Tengah Ketidakpastian Tarif

Sentimen risiko global memburuk setelah Presiden AS Donald Trump sempat mengumumkan rencana menggandakan tarif atas baja dan aluminium Kanada menjadi 50%. Ancaman tersebut kemudian dicabut setelah Ontario menangguhkan biaya tambahan 25% untuk ekspor listrik. Meski pasar mencari sedikit kelegaan dari isu tarif, masih minim tanda bahwa volatilitas pasar saham akan mendorong Trump meredam kembali narasi proteksionisme.

Di tengah situasi itu, tarif global AS atas baja dan aluminium mulai berlaku hari ini tanpa pengecualian, menurut analis valas ING Francesco Pesole. Ia menilai penerapan tarif tersebut memberi ruang bagi dolar AS (USD) untuk pulih, setelah sebelumnya ditutup melemah namun mulai bangkit kembali pada perdagangan semalam.

ING menilai arus terhadap dolar dapat berubah cepat apabila data ekonomi AS dalam beberapa pekan ke depan tidak mendukung pesimisme pasar. Menurut Pesole, narasi bearish saat ini bertumpu pada asumsi bahwa tarif akan merugikan ekonomi AS yang sedang melambat. Namun, ia mengingatkan bahwa prediksi resesi terhadap AS pada masa lalu sering kali meleset.

Dari sisi kebijakan moneter, ING menilai cerita inflasi belum cukup kuat untuk mendorong Federal Reserve memangkas suku bunga lagi. Rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari yang dijadwalkan hari ini disebut dapat menjadi pemicu penguatan dolar apabila angka IHK inti bulanan (MoM) sesuai perkiraan 0,3%. Angka itu juga merupakan konsensus pasar, namun ING menilai dolar telah menyerap banyak sentimen negatif sehingga bisa bereaksi lebih sensitif terhadap kabar yang bernada hawkish. Untuk hari ini, ING menyatakan biasnya tetap bullish terhadap USD.

Selain faktor ekonomi, ING juga menyoroti perkembangan politik di luar dan dalam AS. Di luar negeri, Ukraina disebut menyetujui kesepakatan gencatan senjata 30 hari yang dimediasi AS, meski kesepakatan tersebut masih memerlukan persetujuan Rusia. Di dalam negeri, DPR AS meloloskan rancangan undang-undang untuk menghindari penutupan pemerintah pada hari Sabtu. Namun, masih dibutuhkan beberapa suara dari Demokrat moderat untuk mengamankan persetujuan Senat, sehingga pasar belum sepenuhnya menghapus risiko penutupan pemerintah.