BERITA TERKINI
JAFF 2025 Resmi Ditutup Lewat Pemutaran Film "Comedy Buddy" di Yogyakarta

JAFF 2025 Resmi Ditutup Lewat Pemutaran Film "Comedy Buddy" di Yogyakarta

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 resmi menutup rangkaian penyelenggaraan edisi ke-20 melalui pemutaran film “Comedy Buddy (Suka Duka Tawa)” sebagai film penutup. Penayangan berlangsung di Empire XXI Yogyakarta, Sabtu malam (6/12).

Momentum penutupan festival ini juga menjadi catatan penting bagi sutradara Aco Tenriyagelli. Ia mengaku tidak menyangka debut filmnya mendapat kehormatan sebagai film penutup JAFF, mengingat selama ini ia menyaksikan karya para mentornya berada di posisi tersebut.

Menurut Aco, “Comedy Buddy” menggabungkan elemen humor dengan dinamika relasi keluarga. Ia menyampaikan harapannya agar penonton pulang membawa perspektif baru, karena tawa dalam cerita tersebut hadir dari pengalaman yang tidak selalu mudah.

Aco juga menjelaskan bahwa kisah film ini turut terinspirasi dari hubungan pribadinya dengan sang ayah. Ia menyebutnya sebagai refleksi relasi keduanya yang sama-sama berada di dunia seni, namun menempuh platform yang berbeda.

Produser Ajis menilai Aco berhasil meramu pengalaman personal menjadi cerita yang lebih universal dan dekat dengan keseharian banyak orang. Sementara itu, penulis skenario Indriani Agustina mengungkapkan proses kreatif yang panjang dan sarat emosi, termasuk dalam merumuskan akhir cerita yang dinilainya perlu menjaga kejujuran narasi.

Pemeran utama Rachel Amanda menceritakan pendalaman karakter yang ia lakukan dengan tampil dalam sesi stand up sebelum proses syuting dimulai. Ia menyebut pengalaman tersebut menghadirkan ketegangan yang berbeda dibandingkan ketika menjalani adegan film pada umumnya.

Teuku Rifnu Wikana, yang memerankan tokoh ayah bernama Keset, mengatakan karakternya merepresentasikan sosok ayah dengan tekanan emosional yang tidak tampak di permukaan. Ia menekankan bahwa Keset bukan tokoh antagonis, melainkan figur yang berupaya membahagiakan keluarga sambil memendam banyak hal.

Aktris Enzy Storia menilai dunia komedi yang diangkat dalam film ini terasa dekat dengan pengalamannya, karena ia cukup akrab dengan lingkungan stand up maupun komedi televisi. Komika senior Bang Saswi menambahkan bahwa adegan sketsa dalam film menuntut improvisasi cepat, mengingat durasinya pendek namun tetap harus membentuk alur yang utuh.