JAKARTA – Kerja sama Indonesia dan Tiongkok terus menguat, seiring nilai perdagangan bilateral yang mencapai sekitar 135 miliar dollar AS pada 2024, berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2025.
Di tengah tren tersebut, J&T Express menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan peluang di sektor logistik dan e-commerce. Perusahaan ini menilai penguatan kolaborasi lintas negara dapat mendukung posisi Indonesia di pasar global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Sebagai bagian dari upaya itu, J&T Express menggelar program industry visit and conference yang melibatkan sejumlah perusahaan terkemuka dari Tiongkok. Kegiatan ini didukung China Apparel Logistics Association dari China Federation of Logistics & Purchasing (CFLP).
Program tersebut ditujukan untuk memperdalam hubungan strategis antara sektor logistik dan e-commerce Indonesia dan Tiongkok, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi perusahaan global maupun lokal.
Komisaris J&T Express Iwan Senjaya mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi Indonesia dan mempromosikan potensi Indonesia dalam persaingan ekonomi global. Ia menyebut, inisiatif ini diharapkan membantu perusahaan internasional memperkuat pemahaman sekaligus mengakses peluang pasar Indonesia melalui dukungan infrastruktur logistik dan inovasi yang dikembangkan J&T Express.
“Indonesia semakin diakui sebagai pasar utama di Asia Tenggara, dengan potensi besar untuk pertumbuhan di sektor logistik dan e-commerce. Berbekal pengalaman dan jaringan kami yang luas, kami siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan meningkatkan solusi logistik nasional dan mendorong kerja sama dengan perusahaan berskala global,” kata Iwan dalam siaran pers, Senin (19/1).
Menanggapi kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal China Apparel Logistics Association CFLP, Shi Wei, menilai pasar Indonesia yang terus berkembang menawarkan potensi besar bagi pertumbuhan logistik dan e-commerce. Ia juga melihat peluang kolaborasi lanjutan yang saling menguntungkan untuk ekspansi bisnis di Asia Tenggara.
“Seiring dengan perkembangan kedua sektor tersebut di kedua negara, kami melihat potensi besar untuk terus berkolaborasi, menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan untuk ekspansi bisnis di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
China Apparel Logistics Association of CFLP didirikan pada 27 Maret 2017 sebagai organisasi industri nasional yang beranggotakan secara sukarela perusahaan di sektor alas kaki dan fesyen, kecantikan dan perawatan pribadi, tas dan aksesoris, serta tekstil rumah tangga. Asosiasi ini juga menaungi pelaku produksi, distribusi, hingga e-commerce, dengan fokus mendorong penguatan ekosistem logistik dan rantai pasok industri gaya hidup di Tiongkok.
Dalam program yang diselenggarakan J&T Express, sejumlah perusahaan Tiongkok—antara lain Mercury Home Textiles, Bosideng, Xtep, Lancy, dan Urban Beauty—hadir ke Indonesia. Rangkaian kegiatan mencakup kunjungan ke fasilitas logistik J&T Express, mulai dari drop point hingga pusat sortir, serta kunjungan ke beberapa perusahaan terkemuka lainnya di Indonesia.

