SINGARAJA – Aktivitas belajar mengajar di SDN 5 Banjar, Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, mulai berangsur pulih setelah banjir bandang yang terjadi pekan lalu. Sebelumnya, luapan air sungai merendam bangunan sekolah hingga sekitar 2,5 meter dan meninggalkan endapan lumpur tebal di area sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan kerusakan terutama terjadi pada tiga ruang kelas di lantai bawah, termasuk peralatan belajar di dalamnya.
Untuk sementara, proses pembelajaran kembali berjalan dengan penyesuaian. Siswa kelas 4, 5, dan 6 sudah mengikuti pembelajaran tatap muka dengan memanfaatkan tiga ruang kelas di lantai atas yang masih dapat digunakan.
“Untuk kerusakan terjadi di ruang kelas yang berada di bawah beserta peralatan di dalamnya. Saat ini anak-anak sudah mulai belajar secara luring untuk kelas 4, 5, dan 6 dengan memanfaatkan tiga ruang kelas yang ada di atas,” ujar Surya Bharata.
Sementara itu, siswa kelas 1, 2, dan 3 masih menjalani pembelajaran daring karena ruang kelas di bagian bawah masih dibersihkan dari endapan lumpur.
Surya Bharata menambahkan, kegiatan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa kelas 6 tetap dilaksanakan dan berjalan lancar dengan memanfaatkan ruang kelas yang tersedia di lantai atas.
“Untuk kelas 6 hari ini juga sudah dilaksanakan simulasi TKA dan berjalan lancar dengan memanfaatkan ruang kelas yang tersedia di lantai atas,” katanya.
Dampak banjir juga dilaporkan mengenai fasilitas pendidikan lain di wilayah tersebut. Salah satunya, SMP Negeri 3 Seririt mengalami kerusakan pada bagian tembok penyangga bangunan.
Saat ini Disdikpora Buleleng masih melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan di sekolah-sekolah terdampak. Hasil asesmen itu akan menjadi dasar langkah penanganan serta pengaturan proses pembelajaran ke depan.
Selain itu, pihaknya juga mengidentifikasi kebutuhan sarana pendidikan yang terdampak, termasuk sejumlah buku perpustakaan yang dilaporkan terendam air.
“Kami masih melakukan identifikasi kebutuhan di sekolah tersebut. Jika diperlukan, sementara waktu siswa bisa memanfaatkan fasilitas sekolah terdekat sambil menunggu pengadaan kembali buku melalui dana BOS maupun bantuan lainnya,” ucapnya.
Surya Bharata menyebut pemerintah juga akan mengkaji penanganan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penataan kembali fasilitas sekolah atau pemanfaatan bersama dengan sekolah terdekat. Ia berharap pemulihan dapat segera rampung sehingga seluruh siswa dapat kembali belajar normal di sekolah.

