BERITA TERKINI
Kemenekraf dan Penyelenggara Acara Bahas Kolaborasi Perluas Eksposur Musik Indonesia di Luar Negeri

Kemenekraf dan Penyelenggara Acara Bahas Kolaborasi Perluas Eksposur Musik Indonesia di Luar Negeri

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama perwakilan penyelenggara acara dan produksi musik membahas peluang kolaborasi strategis untuk meningkatkan eksposur talenta serta karya musik Indonesia di pasar luar negeri.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan dukungannya terhadap inisiatif penyelenggaraan festival musik yang terintegrasi dengan strategi promosi dan eksposur digital lintas negara. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memperluas jangkauan musik Indonesia secara global.

“Kementerian Ekraf siap membantu memperkenalkan talenta musik Indonesia ke panggung global melalui kolaborasi promosi digital dan penguatan jejaring sehingga potensi mereka bisa terlihat lebih luas,” kata Irene saat menerima perwakilan penyelenggara acara dan produksi musik Sang Juara Project Limited di Jakarta, Kamis (19/2).

Dalam keterangan pers kementerian yang dikutip di Jakarta pada Jumat, Irene menyampaikan bahwa inisiatif festival musik yang terhubung dengan promosi digital lintas negara sejalan dengan program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik, yang bertujuan mendorong kolaborasi internasional berbasis komunitas.

Pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan data, kurasi talenta, serta strategi promosi terpadu untuk memperluas jangkauan musik Indonesia di pasar global. Irene menekankan perlunya ruang bagi talenta baru melalui berbagai aktivitas, termasuk showcase, open mic, dan aktivasi komunitas, agar ekosistem musik dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Penting untuk memberi ruang bagi talenta-talenta baru melalui showcase, open mic, dan aktivasi komunitas sehingga rantai ekosistem musik bisa tumbuh berkelanjutan,” ujar Irene.

Sang Juara Project Limited merupakan perusahaan penyelenggara acara dan produksi musik yang beroperasi di Hong Kong. Perusahaan yang terdaftar resmi pada 23 April 2024 itu berawal dari komunitas penyanyi berbakat Indonesia yang aktif mengikuti kompetisi dan acara musik di Hong Kong.

“Dari komunitas untuk komunitas, Sang Juara telah membawa artis-artis lokal untuk mengenalkan karya mereka ke Hong Kong,” kata manajer acara Sang Juara, Kenneth Hans Periatna.

Kenneth menyebut pihaknya pernah mengundang NDX A.K.A dan DJ Panda pada awal Februari, dengan jumlah penonton sekitar 7.000 orang dalam sehari. Selain itu, mereka juga menggelar Ambyar Music Fest 2025 yang menghadirkan Denny Caknan dan menarik 14.000 penonton dalam satu acara. Ia menambahkan, kegiatan tersebut menyasar segmen penonton pekerja Indonesia di Hong Kong.

Sementara itu, manajer umum Sang Juara Project Limited, Kevin Frans Periatna, menyampaikan rencana penyelenggaraan pertunjukan musik religi di Hong Kong. Ia menyebut terdapat sekitar 140 majelis taklim di wilayah tersebut sehingga pihaknya ingin menyediakan platform untuk penampilan musik religi.

“Ustad AA Hilman dan Haddad Alwi akan kami bawa tanggal 26 April 2026 untuk mengayomi dari sisi komunitas religi, yang juga kental di Hong Kong. Harapannya, kami bisa membawa musik religi dari Indonesia ke kancah internasional,” kata Kevin.

Dalam pertemuan itu, Sang Juara Project Limited juga menyampaikan kebutuhan dukungan promosi serta fasilitasi kolaborasi lintas negara guna memperluas panggung bagi talenta musisi Indonesia.