Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, membahas peluang kolaborasi pengembangan industri musik saat bertemu dengan Big Ground Entertainment bersama KANVERSE Korea di Epicentrum XXI, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan mencakup pengembangan industri musik, produksi konten kreatif, serta upaya menciptakan panggung internasional bagi talenta Indonesia. Irene menilai Indonesia memiliki talenta kreatif yang besar dan pasar yang kuat, sehingga kemitraan dengan pelaku industri internasional dinilai dapat membuka peluang lebih luas bagi musisi Tanah Air untuk tampil di panggung global sekaligus memperkuat ekosistem industri musik nasional.
Pertemuan itu disebut sebagai tindak lanjut dari audiensi sebelumnya antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Big Ground Entertainment. Dalam pembahasan sebelumnya, kedua pihak menyoroti peluang sinergi industri musik Indonesia–Korea, termasuk pengembangan talenta musik, produksi karya bersama, serta pembukaan akses panggung internasional melalui penguatan ekosistem music intellectual property (IP).
Irene menegaskan kolaborasi lintas negara menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar global dan memperkuat kapasitas pelaku industri kreatif nasional. Ia juga menyebut pengembangan music IP, produksi karya kolaboratif, serta penyelenggaraan pertunjukan lintas negara dapat menjadi katalis pertumbuhan subsektor musik sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang terus didorong pemerintah.
Selain itu, diskusi turut membahas peluang produksi musik bersama antara kreator Indonesia dan Korea Selatan, penyelenggaraan pertunjukan di berbagai kota di Asia, hingga pengembangan konten hiburan yang dapat diproduksi dan dipasarkan secara global.
CEO Big Ground Entertainment, Kevin Hermanto, menyampaikan Indonesia memiliki potensi besar dalam perkembangan industri hiburan Asia, terutama dari sisi talenta kreatif dan basis audiens yang luas. Ia mengatakan pihaknya ingin mempertemukan artis dan kreator dari Indonesia dan Korea untuk menciptakan karya bersama, melalui produksi musik, pertunjukan, hingga pengembangan konten hiburan.
Sementara itu, CEO KANVERSE Korea, Seo Min-Kyu, menilai kemitraan lintas negara menjadi kunci untuk memperluas jangkauan industri musik di tengah dinamika industri hiburan global. Ia melihat potensi kerja sama Indonesia–Korea dalam pengembangan karya musik, pertukaran kreator, serta perluasan distribusi konten ke pasar internasional.
Melalui diskusi tersebut, Kementerian Ekraf berharap sinergi pelaku industri dari kedua negara dapat memperkuat ekosistem musik nasional sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi kreator Indonesia untuk terhubung dengan jaringan industri hiburan global.

