Keributan terjadi di Kafe Lyco, Jalan Samsul Arifin, Kecamatan Kota, Sampang, setelah sekelompok massa yang diduga berasal dari Front Pembela Islam (FPI) mendatangi lokasi. Peristiwa tersebut sempat terekam video dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berkopyah putih berbicara dengan pihak kafe terkait rencana konser dangdut koplo yang akan digelar di tempat itu. Situasi kemudian memanas ketika salah satu orang melontarkan protes dengan nada keras. Orang tersebut juga terlihat berupaya meraih dagu salah satu perwakilan kafe hingga memicu emosi dan keributan.
Sejumlah anggota polisi yang berada di lokasi terlihat melerai dan menggiring beberapa orang yang terlibat cekcok. Namun, tidak ada pihak yang dibawa atau diamankan ke kantor polisi.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut insiden terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, bermula dari kedatangan massa ke Kafe Lyco setelah beredar pamflet promosi acara live musik dangdut koplo.
Menurutnya, massa ditemui pihak kafe di luar area kafe. Kedua pihak sempat terlibat adu argumen sebelum situasi berkembang menjadi keributan.
AKP Eko menegaskan, tindakan petugas di lokasi dilakukan semata untuk mencegah bentrokan meluas. “Tidak ada yang diamankan, melainkan petugas hanya melerai yang bentrokan agar tidak merembet ke yang lainnya,” ujarnya.

