MANOKWARI — Rainer Christmas Mechark Koibur, yang akrab disapa Odi, menuntaskan pendidikan di Berklee College of Music, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Kelulusan dari salah satu kampus musik terkemuka dunia itu menjadi kebanggaan bagi keluarga sekaligus masyarakat Papua.
Ibu Odi, dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjuangan, disiplin, doa, serta dukungan orang tua. Meski sejak usia muda menempuh pendidikan di luar negeri, menurut Rosaline, putranya tidak pernah memiliki keinginan untuk meninggalkan Indonesia.
“Odi bangga menjadi anak Indonesia. Anak Papua yang bertarung di negeri orang dan menjadi pemenang melalui berbagai penghargaan internasional di bidang musik,” ujar Rosaline.
Rosaline juga berharap pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia, memberi perhatian lebih kepada generasi muda Papua agar dapat mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. “Saya berharap anak-anak muda Papua diberikan kesempatan dan dukungan untuk merealisasikan mimpi-mimpi mereka sebagai generasi penerus bangsa dan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Ia mengaku bersyukur putra sulungnya dapat lulus dari perguruan tinggi yang dikenal melahirkan banyak musisi internasional dan menjadi rujukan bagi industri musik maupun perfilman dunia. “Sebagai orang tua, kami berharap Odi dapat menjadi berkat bagi keluarga, sesama, bangsa, dan negara melalui ilmu serta talenta yang Tuhan titipkan dalam dirinya,” tuturnya.
Rosaline menilai keberhasilan anak-anaknya tidak terlepas dari pola pendidikan keluarga yang menekankan disiplin dan perhatian. Di tengah kesibukan, ia dan suami tetap mengontrol perkembangan anak sejak kecil dengan membangun komunikasi rutin, termasuk saat makan bersama atau sebelum tidur.
“Kami selalu membangun komunikasi dengan anak-anak, baik saat makan bersama maupun sebelum tidur. Hampir setiap satu atau dua hari sekali kami menelepon mereka, bukan hanya sekadar berkirim pesan,” ungkapnya.
Menurut Rosaline, pendidikan karakter dan nilai-nilai agama menjadi fondasi penting. “Anak-anak berhasil karena diberikan kepercayaan, teladan, dan didikan yang baik. Orang tua adalah cerminan bagi anak-anak,” katanya.
Ia juga menegaskan peran suaminya, Pendeta Samparisna O.D.J. Koibur, S.Th., M.M, sebagai pendukung utama perjalanan pendidikan anak-anak. Rosaline menyebut pilihan Odi menekuni musik juga dipengaruhi kedekatan keluarga dari pihak ayah dengan dunia musik.
Saat ini, Rosaline diketahui menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Ketua Umum Cendekiawan Perempuan Papua (CPP). Ia menceritakan, Odi mulai belajar mandiri sejak sangat muda. Pada usia 13 tahun, Odi tinggal sendiri di Amerika Serikat setelah sebelumnya bersekolah di North Jakarta International School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pendidikan Odi kemudian berlanjut di Ohio dan Nevada untuk jenjang SMP dan SMA, sebelum melanjutkan kuliah di Boston. Selama bersekolah di Amerika Serikat, ia meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Excellence in Music, Excellence in Spanish, Most Athletic, Varsity Soccer Captain, hingga Best Student of The Year.
Rosaline mengakui, menjalani pendidikan jauh dari keluarga pada usia muda bukan hal mudah. Namun, ia menyebut keluarga berupaya mendukung pilihan hidup Odi melalui doa. “Jauh dari keluarga di usia yang sangat muda tentu bukan hal mudah. Namun, karena itu menjadi pilihan hidupnya, kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung melalui doa dan keyakinan bahwa Tuhan selalu menjaga,” katanya.
Ia menambahkan, perjalanan pendidikan Odi juga menghadapi tantangan pembiayaan. Meski tidak memperoleh beasiswa resmi, keluarga tetap berupaya memenuhi kebutuhan studi. “Kami percaya Tuhan selalu membuka jalan. Selain kuliah, Odi juga bekerja untuk membantu menunjang kebutuhannya selama studi,” ujarnya.
Menurut Rosaline, sejak kecil anak-anak dibiasakan keluar dari zona nyaman agar memiliki mental pejuang dan karakter kuat. “Hidup adalah perjuangan. Anak-anak harus belajar menghadapi tantangan agar mengenal kelebihan dan kekurangan dirinya, sehingga kelak dapat menjadi pemimpin sekaligus pelayan bagi sesama,” jelasnya.
Bakat musik Odi, kata Rosaline, terlihat sejak usia lima tahun. Ia mulai memainkan drum, kemudian belajar gitar saat sekolah dasar, hingga menguasai piano dan trompet secara otodidak saat remaja.
Kemampuan bahasa Inggrisnya juga berkembang secara alami melalui kebiasaan menonton film kartun dan mendengarkan musik. Saat bersekolah di SD Shining Star Timika, Odi disebut sudah mampu berbahasa Inggris dengan baik tanpa kursus formal. Pada usia sembilan tahun, ia mengikuti program English First (EF) ke Inggris dan setahun kemudian mengikuti program serupa ke New York, Amerika Serikat.
Selain musik, Odi juga memiliki ketertarikan pada dunia antariksa sejak kecil. Rosaline mengenang putranya gemar membaca buku tentang luar angkasa dan sering berdiskusi mengenai kehidupan di luar bumi. “Setiap bepergian menggunakan mobil atau pesawat, Odi selalu memperhatikan benda-benda di langit dan menjadikannya bahan diskusi bersama kami,” katanya.
Ketertarikan itu sempat membuat Odi bercita-cita menekuni bidang yang berkaitan dengan antariksa setelah lulus dari Squaw Valley Academy, Nevada, pada 5 Juni 2020 dengan predikat lulusan terbaik. Namun, perjalanan hidup membawanya memilih musik sebagai jalur pengabdian dan kreativitas, hingga akhirnya mengantarkannya menuntaskan pendidikan di Berklee College of Music.