Probolinggo — Kolaborasi lintas kecamatan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Probolinggo diperkuat melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Diseminasi Kelas Rangkap atau Multigrade Kecamatan Wonomerto–Sumberasih. Kegiatan ini digelar di SDN Patalan 3, Kecamatan Wonomerto, pada Senin (19/1/2026) dengan dukungan INOVASI.
KKG tersebut menjadi upaya menyatukan praktik baik pembelajaran multigrade di sekolah-sekolah yang menghadapi keterbatasan jumlah siswa dan tenaga pendidik. Sebanyak 26 peserta hadir, terdiri dari pengawas, kepala sekolah, dan guru dari lima sekolah pelaksana kelas rangkap di dua kecamatan.
Tiga sekolah berasal dari Kecamatan Wonomerto, yaitu SDN Kedungsupit 2, SDN Patalan 3, dan SDN Sumberkare 3. Sementara dua sekolah lainnya berasal dari Kecamatan Sumberasih, yakni SDN Laweyan 3 dan SDN Sumberbendo 1.
Pada pertemuan kali ini, KKG Multigrade difokuskan pada penyusunan program tahunan (prota) dan program semester (promes) sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran sesuai fase Kurikulum Merdeka. Pembahasan dilakukan secara terstruktur berdasarkan fase A (kelas 1–2), fase B (kelas 3–4), dan fase C (kelas 5–6), termasuk untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan PJOK.
Kegiatan tersebut merupakan putaran keempat sejak KKG Multigrade lintas kecamatan dibentuk. Sebelumnya, pada Agustus 2025 dilakukan pembentukan pengurus dan penyusunan program kerja. Putaran kedua pada September 2025 berfokus pada pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) seluruh fase dan mata pelajaran, sedangkan putaran ketiga diarahkan pada refleksi pelaksanaan KKG dan penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP).
Ketua KKG Multigrade Wonomerto–Sumberasih, Dyaretno Sulistyowati, mengatakan forum ini menjadi ruang strategis bagi guru untuk saling menguatkan di tengah keterbatasan. Ia juga menyebut tantangan utama berada pada penyesuaian jadwal kegiatan dua kecamatan yang sama-sama padat.
Dyaretno menegaskan keterbatasan jumlah guru, fasilitas, maupun siswa di sekolah multigrade tidak seharusnya menghambat upaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Menurutnya, forum KKG juga menjadi wadah berbagi praktik baik, baik dalam implementasi pembelajaran maupun penyusunan administrasi guru seperti prota dan promes yang disepakati bersama.
Kepala SDN Patalan 3, Noerul Hidayat, menilai keberadaan KKG Multigrade lintas kecamatan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolahnya. Ia menyebut forum tersebut membantu guru berbagi pengalaman dengan sekolah lain yang memiliki kondisi murid dan fasilitas relatif serupa.
Noerul juga menilai diskusi yang relevan dan aplikatif membuat solusi yang dihasilkan lebih sesuai dengan kondisi lapangan. Ia menambahkan, pelaksanaan KKG secara rutin setiap bulan memberikan manfaat berkelanjutan bagi pengembangan profesional guru.
Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Wonomerto, Burhanuddin, menjelaskan KKG Multigrade lintas kecamatan berawal dari keresahan guru dalam mengelola pembelajaran kelas rangkap di sekolah masing-masing. Karena jumlah lembaga penerima SK Multigrade di satu kecamatan terbatas, pihaknya berkoordinasi dengan kecamatan sebelah hingga terbentuk KKG lintas korwil yang melibatkan lima sekolah.
Menurut Burhanuddin, sejak dibentuk hampir lima bulan lalu, KKG Multigrade Wonomerto–Sumberasih berjalan rutin setiap bulan dengan program yang disusun pengurus dan dikoordinasikan bersama pengawas dari kedua wilayah. Meski ada tantangan penyesuaian jadwal lintas korwil, komunikasi dan kompromi disebut menjadi kunci agar kegiatan tetap berjalan.
Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sumberasih, Maini Yudiningsih, menekankan pentingnya implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dalam konteks multigrade yang tidak berhenti pada tahap perencanaan. Ia menyebut forum ini perlu menjadi ruang berbagi yang berujung pada tindakan nyata di lapangan.
Maini juga mendorong kolaborasi aktif antara guru dan narasumber serta percepatan implementasi PM, mengingat Kecamatan Sumberasih diproyeksikan sebagai role model di Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, pembelajaran akan lebih bermakna ketika guru hadir dan berinteraksi langsung dengan siswa, bukan sekadar menyusun rencana di atas kertas.
Melalui refleksi dan diskusi berkelanjutan, KKG Multigrade lintas kecamatan ini diharapkan terus menjadi contoh praktik kolaboratif yang mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar, khususnya di sekolah-sekolah dengan karakteristik kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo.

