Tim dari komunitas KOMiK meraih juara pertama dalam sesi pitching ide pemrograman film pada rangkaian Kelas Kuratorial dan Manajemen Pemutaran Film yang diselenggarakan Kineforum, Dewan Kesenian Jakarta. Penghargaan tersebut menjadi kejutan bagi tim yang sebelumnya hanya berfokus menampilkan presentasi terbaik di hadapan dewan juri, narasumber, dan peserta lainnya.
Perwakilan tim, yang terdiri dari Noval dan satu anggota lain, memaparkan gagasan pemutaran film dalam format festival. Ketika pengumuman pemenang berlangsung dan nama tim tidak disebut pada posisi juara tiga maupun juara dua, mereka sempat mengira upaya mereka belum membuahkan hasil. Namun, KOMiK justru dipanggil sebagai juara pertama.
Tim menyampaikan bahwa persiapan dilakukan secara serius, termasuk menyusun materi pitching hingga harus begadang. Ide yang mereka ajukan adalah konsep Festival Animasi yang menggabungkan unsur hiburan dan edukasi, yang dinilai dewan juri memiliki dampak besar.
Gagasan tersebut, menurut tim, tidak hanya disusun oleh dua orang yang tampil pitching. Admin KOMiK lain seperti Linda dan Maidy turut menyumbangkan ide, termasuk pembuatan maskot festival yang disebut membantu menambah nilai di mata juri. Ameliya dan Pak Khun juga terlibat dalam penyusunan program sehingga rancangan festival tidak hanya berfokus pada pemutaran film, tetapi juga menghadirkan program pendukung.
Dalam presentasi berdurasi delapan menit, tim memaparkan struktur kerja, daftar film yang akan diputar, target penonton, strategi promosi, hingga rencana evaluasi dan pengarsipan. Seluruh elemen itu disusun untuk menunjukkan kesiapan konsep festival yang mereka tawarkan.
Penghargaan yang diterima berupa plakat dan uang senilai Rp7,5 juta. Hadiah diserahkan pada hari terakhir kelas yang sekaligus menutup rangkaian kegiatan Kelas Kuratorial dan Manajemen Pemutaran Film Kineforum yang berlangsung pada 3–6 Desember 2025.
Bagi KOMiK, pencapaian ini menjadi apresiasi kedua yang mereka terima dari instansi di luar Kompasiana, dengan peserta yang berasal dari berbagai komunitas dan universitas. Sebelumnya, komunitas ini memperoleh dukungan dari Jakarta Film Fund dan Dinas Pariwisata DKI berupa pendanaan Rp60 juta serta kesempatan menayangkan film mereka di Jakarta Film Week 2023.
Tim menilai penghargaan terbaru ini penting karena dapat membantu pendanaan festival yang mereka gagas, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bahwa KOMiK mampu bersaing dengan komunitas dan institusi film lainnya. Mereka juga menganggap kemenangan tersebut sebagai “bonus” setelah sebelumnya bersyukur dapat lolos mengikuti kelas, mengingat pendaftaran dilakukan mendekati tenggat.
Dalam kelas tersebut, peserta juga membahas konsep pemrograman film. Andang Kelana menjelaskan bahwa programming film bukan sekadar memilih film, melainkan menyusun program agar penonton menjalani pengalaman menonton yang jernih dan terarah. Pemrograman mencakup pengaturan alur rasa, tempo, serta percakapan antarfilm sehingga perjalanan tematik dapat diikuti penonton dengan nyaman.

