Padang — Komunitas Seni Nan Tumpah merilis lagu berjudul “Kelana” di berbagai platform musik digital. Lagu ini merekam semangat kebersamaan, kebebasan berekspresi, serta imajinasi anak-anak yang tumbuh melalui kegiatan seni di Ruang Temu Nan Tumpah.
“Kelana” ditulis dan diciptakan oleh Mahatma Muhammad sebagai interpretasi artistik atas aktivitas anak-anak dan remaja Korong Kasai, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, yang tergabung dalam program Kelana Akhir Pekan. Komunitas Seni Nan Tumpah memproduksi lagu tersebut pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas dokumentasi dan ekspresi kreatif yang lahir dari proses belajar dalam program itu.
Dalam penggalan liriknya, lagu ini menggambarkan seni sebagai ruang bermain, belajar, dan menjelajah pengalaman baru bagi generasi muda. Sebagian lirik “Kelana” berbunyi: “kita kelana nyanyikan bumi / di kanvas langit / di tubuh gerak / kita kelana bebas berlari / tak ada batas / seni untuk semua”.
Mahatma Muhammad menjelaskan, lagu itu lahir dari pengamatannya terhadap aktivitas anak-anak Kelana yang rutin berkumpul setiap pekan untuk berkarya dan berbagi cerita. “Kelana bukan hanya tentang berjalan atau menjelajah, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak menemukan suara dan keberanian mereka melalui seni,” ujarnya.
Proses musikal “Kelana” melibatkan sejumlah musisi. Aransemen dan gitar dimainkan oleh Tenku Raja Ganesha, sementara vokal dibawakan oleh Desi Vitriana bersama Mahatma Muhammad. Ossi Darma mengisi bagian keyboard dan bass, sedangkan Meiza Pratama (Cimay) memainkan drum sekaligus menangani mixing dan mastering. Rekaman vokal dan drum dilakukan di 3AM Studio.
Tenku Raja Ganesha menyebut aransemen dikembangkan dari komposisi dasar yang telah ditulis Mahatma Muhammad. “Saya lebih banyak menyesuaikan mood dari lagu yang telah dibuat oleh Mahatma. Struktur irama dan melodinya sudah ada, kemudian saya menuliskannya kembali di DAW atau Digital Audio Work Station untuk mengembangkan aransemen musiknya,” kata Tenku.
Kolaborasi juga hadir pada visual sampul lagu. Cover art “Kelana” diolah dari lukisan kolaboratif Silotigo karya Olimsyaf Putra Asmara, Boy Nistil, dan Imam Teguh, yang kemudian diproses menjadi artwork lagu.
Imam Teguh menjelaskan, pengerjaan artwork bermula dari tawaran Mahatma Muhammad kepada para perupa Silotigo untuk merespons “Kelana” lewat bahasa visual. Menurutnya, masing-masing perupa menggarap karya dengan ciri khas visual mereka sendiri.
Kelana Akhir Pekan atau Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan merupakan program pendidikan seni yang diinisiasi Komunitas Seni Nan Tumpah sebagai ruang tumbuh kreatif bagi anak-anak dan remaja di Nagari Kasang, Batang Anai, Padang Pariaman. Program ini aktif sejak Februari 2025 dan berlangsung setiap Kamis hingga Minggu di Ruang Temu Nan Tumpah.
Di ruang tersebut, peserta belajar berbagai disiplin seni, mulai dari menggambar, menari, bermain musik, teater, menulis, hingga berlatih silek. Program ini didampingi wali kelas Desvy Sagita R. dan Srikandi Putri, bersama para mentor dari berbagai bidang seni yang berperan sebagai kawan belajar dalam proses kreatif anak-anak.
Melalui perilisan “Kelana”, Komunitas Seni Nan Tumpah berharap semangat anak-anak Kelana—yang dikenal dengan jargon “Kelana Akhir Pekan: Siap Berkelana”—dapat dirasakan lebih luas. Selain tersedia di berbagai platform musik digital, video lirik lagu “Kelana” juga telah dirilis melalui kanal YouTube Komunitas Seni Nan Tumpah.

