BERITA TERKINI
Komunitas Seni Nan Tumpah Rilis Lagu “Kelana” di Platform Musik Digital

Komunitas Seni Nan Tumpah Rilis Lagu “Kelana” di Platform Musik Digital

PADANG—Komunitas Seni Nan Tumpah merilis lagu berjudul “Kelana” yang kini tersedia di berbagai platform streaming musik digital. Lagu ini ditulis dan diciptakan oleh Mahatma Muhammad sebagai interpretasi artistik dari aktivitas anak-anak dan remaja Korong Kasai, Padang Pariaman, yang tergabung dalam program Kelana Akhir Pekan.

Lewat “Kelana”, Mahatma merekam semangat kebersamaan, kebebasan berekspresi, dan imajinasi anak-anak yang tumbuh melalui kegiatan seni di Ruang Temu Nan Tumpah. Lagu tersebut menggambarkan seni sebagai ruang bermain, belajar, sekaligus menjelajah pengalaman baru bagi generasi muda di Nagari Kasang, Batang Anai, Padang Pariaman.

Sejumlah bagian lirik menegaskan semangat tersebut, antara lain: “kita kelana nyanyikan bumi / di kanvas langit / di tubuh gerak / kita kelana bebas berlari / tak ada batas / seni untuk semua”.

Mahatma menjelaskan, lagu itu lahir dari pengamatan terhadap kegiatan peserta Kelana yang rutin berkumpul setiap pekan untuk berkarya dan berbagi cerita. “Kelana bukan hanya tentang berjalan atau menjelajah, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak menemukan suara dan keberanian mereka melalui seni,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Proses musikal “Kelana” dikerjakan bersama sejumlah musisi. Aransemen dan gitar dimainkan oleh Tenku Raja Ganesha, sementara vokal dibawakan oleh Desi Vitriana bersama Mahatma Muhammad. Ossi Darma mengisi keyboard dan bass, sedangkan Meiza Pratama (Cimay) memainkan drum sekaligus menangani mixing dan mastering. Rekaman vokal dan drum dilakukan di 3AM Studio.

Tenku mengatakan aransemen disusun dengan berangkat dari komposisi dasar yang telah ditulis Mahatma. “Saya lebih banyak menyesuaikan mood dari lagu yang telah dibuat oleh Mahatma. Struktur irama dan melodinya sudah ada, kemudian saya menuliskannya kembali di DAW atau Digital Audio Work Station untuk mengembangkan aransemen musiknya,” ujar Tenku.

Kolaborasi juga terlihat pada visual sampul lagu. Cover art diolah dari lukisan kolaboratif Silotigo karya Olimsyaf Putra Asmara, Boy Nistil, dan Imam Teguh, yang kemudian diproses menjadi artwork lagu. Imam Teguh menyebut pengerjaan dimulai dari tawaran Mahatma kepada para perupa Silotigo untuk merespons “Kelana” lewat bahasa visual, sebelum masing-masing perupa menggarap karya dengan ciri khasnya.

“Kelana” diproduksi Komunitas Seni Nan Tumpah pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas dokumentasi dan ekspresi kreatif yang lahir dari proses belajar anak-anak dalam program Kelana Akhir Pekan. Program yang juga disebut Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan ini merupakan pendidikan seni bagi anak-anak dan remaja di Nagari Kasang, Batang Anai, Padang Pariaman, aktif sejak Februari 2025 dan berlangsung setiap Kamis hingga Minggu di Ruang Temu Nan Tumpah.

Di ruang tersebut, peserta mempelajari beragam disiplin seni, mulai dari menggambar, menari, bermain musik, teater, menulis, hingga berlatih silek. Program berada di bawah pendampingan wali kelas Desvy Sagita R. dan Srikandi Putri, bersama para mentor dari berbagai bidang seni yang berperan sebagai kawan belajar dalam proses kreatif anak-anak.

Selain dirilis di platform musik digital, video lirik “Kelana” juga telah tersedia melalui kanal YouTube Komunitas Seni Nan Tumpah. Melalui lagu ini, komunitas berharap semangat anak-anak Kelana—yang dikenal dengan jargon “Kelana Akhir Pekan: Siap Berkelana”—dapat turut dirasakan oleh lebih banyak orang.