BERITA TERKINI
Konser “Nature, Suara dan Warna Alam” Hadirkan Musik Klasik dan Pameran Lukisan di Bandung Creative Hub

Konser “Nature, Suara dan Warna Alam” Hadirkan Musik Klasik dan Pameran Lukisan di Bandung Creative Hub

Musik klasik kerap dilekatkan pada kesan “berkelas”: dipentaskan di auditorium dengan suasana hening, para pemusik tampil formal, dan penonton menyimak tanpa banyak suara. Namun gambaran itu tidak sepenuhnya tampak dalam konser bertema “Nature, Suara dan Warna Alam” yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Gedung Bandung Creatif Hub.

Konser tersebut dikemas dengan memadukan seni musik dan seni lukis. Pada waktu yang sama, berlangsung pula pameran lukisan yang menampilkan puluhan karya, sehingga pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik sekaligus menyaksikan karya visual dalam satu rangkaian acara.

Suasana hangat sudah terasa sejak memasuki ruangan. Penonton tampak duduk tenang menunggu acara dimulai, sementara para pemusik bersiap di belakang panggung. Pertunjukan kemudian dibuka dengan penampilan anak-anak, dengan rentang usia sekitar kelas 4 SD hingga bangku SMP.

Sesi awal menampilkan Fathimah Al Kaff yang memainkan sebuah lagu dengan piano. Setelah itu, tampil Madina, Zainab, Hamid, dan Muhammad. Muhammad menutup bagian ini dengan permainan biola yang mengalunkan lagu “Laskar Pelangi” karya Giring Ganesha.

Memasuki penampilan berikutnya, giliran para pemusik yang lebih dewasa tampil. Sejumlah remaja yang menekuni piano dan musik klasik membawakan karya para maestro, termasuk Chopin. Mereka tampil tenang dan memberi nuansa khas musik klasik yang mulai terasa kuat di dalam ruangan.

Sesi utama berlangsung setelah penampilan remaja. Para musisi senior tampil bergantian menuju grand piano di sisi kiri panggung. Pertunjukan dibuka oleh Fathimah yang membawakan sebuah komposisi dari seorang legenda, lalu disusul musisi lain yang tampil solo maupun berkolaborasi. Dalam salah satu kolaborasi, Fathimah tampil bersama Fida yang memainkan biola. Nizami kemudian melanjutkan dengan penampilan saksofon, membawakan komposisi dari legenda musik lainnya.

Di bagian selanjutnya, Shenni tampil ke hadapan penonton dan memainkan piano. Permainannya menjadi salah satu momen yang menyita perhatian hadirin. Setelah itu, Maulana Dimitri tampil membawakan beberapa komposisi, melanjutkan rangkaian penampilan pada sore itu.

Pertunjukan yang memadukan dua bidang seni dan menghadirkan penampil lintas usia seperti ini disebut tidak banyak ditemui. Bagi keluarga Arum Sari yang disebut menjadi embrio lahirnya konser, kegiatan serupa juga bukan kali pertama, karena konser musik dalam lingkup terbatas disebut pernah beberapa kali digelar.