Akademi Musik Nasional Vietnam menggelar konser bertajuk “Suara Vietnam” sebagai bagian dari peringatan 70 tahun berdirinya institusi tersebut. Program yang diselenggarakan Departemen Musik Tradisional itu sekaligus menandai ulang tahun ke-17 Orkestra Rakyat Nasional Vietnam (2009–2026).
Direktur Akademi Musik Nasional Vietnam, Dr. Quoc Hung—yang juga menyandang gelar Seniman Rakyat—menyebut konser ini tidak hanya menjadi perayaan berskala besar, tetapi juga cerminan visi dan warisan para pelaku musik tradisional Vietnam saat ini. Ia mengatakan, konser tersebut membawa pesan tentang keinginan untuk melestarikan, mengembangkan, dan menghadirkan musik tradisional Vietnam dalam kehidupan kontemporer secara lebih kuat, mendalam, dan mudah diakses.
Menurut Quoc Hung, program ini juga memperlihatkan dedikasi banyak generasi seniman, dosen, musisi, dan mahasiswa Akademi yang selama beberapa dekade berupaya menjaga aliran musik tradisional. Upaya itu, kata dia, turut mengantar musik tradisional Vietnam pada perkembangan yang gemilang dan membanggakan seperti yang terlihat saat ini.
“Suara Vietnam” disebut sebagai salah satu program seni tradisional berskala besar dengan kualitas artistik tinggi, didukung jajaran penampil dari Orkestra Nasional Vietnam. Sejumlah Seniman Rakyat, Seniman Berjasa, seniman dan dosen terkemuka di bidang musik tradisional Vietnam, serta mahasiswa berprestasi dari Departemen Musik Tradisional terlibat dalam pertunjukan. Program ini juga menghadirkan penampilan seniman ternama, antara lain Profesor Madya, Doktor, dan Seniman Berprestasi Tan Nhan, serta seniman Anh Tho dan Trong Tan.
Susunan acara dirancang sebagai penggambaran musik Vietnam secara komprehensif, dengan meninjau kembali perkembangan musik nasional yang dikaitkan dengan sejarah perjuangan, pembangunan, dan perjalanan perkembangan negara tersebut. Pertunjukan dibuka dengan dentuman drum “Lac Hong Drum” yang digambarkan menggema dengan semangat nasional, lalu membawa penonton ke ruang artistik yang memuat ragam gaya musik dari utara, tengah, dan selatan Vietnam. Program ini juga menggabungkan karya-karya klasik dengan komposisi baru untuk orkestra tradisional.
Sejumlah karya menjadi sorotan, termasuk “Ông Gióng” karya komposer Xuân Khoát yang disebut sebagai karya besar pertama yang ditulis untuk orkestra tradisional Vietnam. Selain itu, ditampilkan pula “Homeland Melodies” (Hồng Thái), “Vietnamese Fantasy” (Hồ Hoài Anh), “Harmonious Country” (Phạm Ngọc Khôi), serta “One Unified Nation” (Dương Đức Thụy) yang disebut baru selesai pada awal 2026. Rangkaian karya ini ditujukan untuk memperlihatkan perjalanan perkembangan musik rakyat Vietnam, dari fondasi tradisional hingga semangat kontemporer.
Di sela program, disajikan pula penampilan solo, duet, dan grup yang menonjolkan aspek teknis dan akademis. Di antaranya “Sunrise Concerto” untuk kecapi bulan yang dibawakan Seniman Rakyat Co Huy Hung, serta “Au O Vi Dau” yang dinyanyikan dengan iringan zither oleh Seniman Berjasa Le Chi dan Le Giang. Salah satu penampilan yang disorot adalah “Keeping Spring Alive” (karya Xuan Khai), yang diaransemen dan dipentaskan oleh Dokter dan Seniman Rakyat Pham Tra My, dengan menampilkan 50 pemain zither.
Konduktor Orkestra, Seniman Rakyat Pham Ngoc Khoi, menyatakan keistimewaan program ini terletak pada hubungan antara tradisi dan kontemporer, keterkaitan musik tradisional dari berbagai wilayah, serta hadirnya karya komposer veteran dan penulis muda. Menurutnya, hal itu menunjukkan musik rakyat bukan aliran yang statis, melainkan terus bergerak, berevolusi, dan memperluas kemungkinan ekspresinya.
Ia menambahkan, karya-karya dalam program diciptakan dengan semangat mewariskan warisan budaya nasional yang diakui UNESCO, seperti nyanyian rakyat Quan Ho, nyanyian rakyat Vi Giam, dan musik Hue, kemudian dikembangkan menjadi karya-karya baru yang mencerminkan semangat zaman.
Sementara itu, Seniman Rakyat Co Huy Hung, yang juga menjabat Kepala Departemen Musik Tradisional di Akademi, menilai pembentukan Orkestra Rakyat Nasional Vietnam pada 2009 menjadi tonggak penting bagi perkembangan musik tradisional Vietnam di era baru. Sejak didirikan, orkestra disebut menjalani proses pengembangan berkelanjutan dan, di berbagai panggung, berupaya menampilkan karya-karya baru, membuka ruang kreatif bagi komposer Vietnam, serta berkontribusi pada perkembangan musik nasional.
Melalui konser “Suara Vietnam”, Co Huy Hung mengatakan orkestra ingin menyampaikan aspirasi untuk terus melestarikan dan mengembangkan orkestra nasional sesuai statusnya setelah 17 tahun berdiri dan melewati berbagai kesulitan operasional. Ia menegaskan orkestra akan terus beroperasi dan berkembang, dengan tujuan menciptakan lingkungan bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan, memastikan karya-karya yang ditulis untuk orkestra nasional tidak hilang, serta mendekatkan musik tradisional kepada masyarakat.
Orkestra Nasional Vietnam dibentuk berdasarkan keputusan yang ditandatangani Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Tran Chien Thang pada 2009. Anggota inti orkestra berasal dari seniman, dosen, dan mahasiswa berprestasi Departemen Alat Musik Tradisional—yang kini menjadi Departemen Musik Tradisional—di Akademi Musik Nasional Vietnam.
Pada 28 Mei 2009, orkestra yang beranggotakan 80 seniman menggelar pertunjukan perdana di Gedung Opera Besar Hanoi. Pertunjukan tersebut dihadiri Wakil Perdana Menteri Nguyen Thien Nhan, Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Hoang Tuan Anh, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Profesor Madya sekaligus Seniman Berprestasi Vu Chi Nguyen ditunjuk sebagai direktur pertama Orkestra Tradisional Nasional Vietnam, yang pembentukannya disebut sebagai tonggak bersejarah dalam perkembangan musik tradisional Vietnam di era baru.