Konser Turandot digelar pada malam 27 Mei di Aula Konser Agung Akademi Musik Nasional Vietnam. Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah tampilnya empat piano secara bersamaan di atas panggung, sebuah format yang jarang ditemui dalam konser musik klasik.
Program ini merupakan bagian dari proyek internasional The Four Turandot (T4T), sebuah inisiatif seni dan penelitian yang disponsori program NextGenerationEU Uni Eropa. Proyek tersebut mempertemukan jaringan akademi musik, universitas, dan pusat penelitian seni dari berbagai negara.
Dalam konser ini, karya Warsaw Concerto ciptaan Richard Addinsell—yang aslinya ditulis untuk piano solo dan orkestra—ditampilkan dalam aransemen khusus untuk empat piano. Karya tersebut dibawakan oleh Profesor Giuseppe Modugno (Direktur Konservatorium Vecchi-Tonelli di Modena, Italia), seniman Vsevolod Dvorkin, Profesor Madya Dr. Nguyen Huy Phuong, serta seniman Nguyen My Dung.
Dialog empat piano dengan orkestra menghadirkan efek bunyi yang kaya, energik, dan teatrikal. Format ini menuntut koordinasi ritmis yang rapat serta pemikiran musikal yang kompleks dari keempat musisi secara simultan. Kolaborasi para pemain menghasilkan lanskap suara yang megah dan beragam, yang disebut memberi pengalaman baru bagi pencinta musik klasik di Vietnam. Seusai penampilan, penonton memberikan tepuk tangan panjang.
Sorotan lain datang dari dua talenta piano muda Vietnam, Nguyen Duc Kien (18 tahun) dan Dao Trong Nguyen Huy (16 tahun), yang sama-sama menempuh studi piano di Akademi Musik Nasional Vietnam. Duc Kien membawakan karya Sergei Rachmaninoff, Rhapsody on a Theme of Paganini dalam A minor, Op. 43. Variasi ke-18 dari karya ini dikenal luas berkat melodi yang romantis, anggun, dan puitis, serta kerap disebut sebagai salah satu karya musik terindah.
Sementara itu, Dao Trong Nguyen Huy menampilkan Konserto Piano Edvard Grieg dalam A minor, Op. 16, bagian pertama. Karya ini termasuk salah satu konserto piano yang paling dikenal dan digemari, dengan pembukaan yang memikat melalui perpaduan drama Barat dan romantisme Nordik. Dalam penampilan tersebut, Nguyen Huy disebut sempat gugup karena untuk pertama kalinya tampil solo bersama orkestra, namun tetap mampu menyuguhkan permainan yang memuaskan dan menjaga ritme pada bagian klimaks yang eksplosif.
Kedua pianis muda itu mendapat sambutan hangat dari penonton. Tepuk tangan yang berkepanjangan bahkan membuat Nguyen Huy terlihat sedikit bingung dan gugup di atas panggung.
Terinspirasi oleh mahakarya terakhir Giacomo Puccini, opera Turandot, konser ini menghubungkan opera, konserto, dan musik simfoni Eropa. Proyek T4T juga bertujuan meneliti dan menyajikan berbagai versi akhir opera Turandot—karya yang belum selesai ketika Puccini meninggal pada 1924—untuk memperluas perspektif atas salah satu ikon besar dalam sejarah opera dunia.
Selain rangkaian penampilan piano, program konser juga menampilkan soprano Dao To Loan dan bariton Nguyen Khac Hoa.