Rilis album terbaru BLACKPINK bertajuk DEADLINE memunculkan perbincangan di kalangan penggemar K-pop setelah muncul sorotan terhadap rendahnya perolehan suara voting penggemar di sejumlah acara musik mingguan Korea. Kondisi ini memicu spekulasi sebagian netizen yang mempertanyakan apakah popularitas grup tersebut menurun.
Dalam nominasi acara musik terbaru, skor voting penggemar untuk BLACKPINK tercatat rendah. Di program Inkigayo, lagu utama mereka berjudul “Go” disebut hanya memperoleh 6 poin suara penggemar. Pada periode yang sama, IVE meraih 500 poin lewat “Bang Bang”, sementara grup rookie Hearts2Hearts mendapatkan 455 poin untuk “Rude!”.
Situasi serupa juga terlihat di M Countdown. BLACKPINK disebut hanya mengantongi 11% suara, tertinggal dari Hearts2Hearts yang meraih 89%. Kesenjangan ini kemudian memunculkan komentar negatif yang menilai fandom BLACKPINK tidak lagi aktif mendukung grup dalam kompetisi acara musik.
Namun, respons dari sebagian penonton netral dan penggemar BLACKPINK berbeda. Mereka menilai rendahnya voting tidak perlu dibesar-besarkan, mengingat BLACKPINK telah berkarier sekitar satu dekade dan memiliki pengaruh global. Selain itu, grup ini disebut tidak aktif mempromosikan album di acara musik, sementara rilis terbaru dipandang sebagai bentuk apresiasi kepada penggemar setelah jeda aktivitas grup. Di tengah fokus para anggota pada karier solo, persaingan trofi acara musik domestik dinilai tidak lagi menjadi prioritas.
Sejumlah pihak juga menyoroti bahwa voting penggemar umumnya hanya menjadi salah satu komponen penilaian dalam sistem skor acara musik. Faktor lain seperti frekuensi tayang, peringkat di chart digital domestik, dan penjualan album fisik tetap menjadi penentu besar. Dalam konteks ini, BLACKPINK dinilai masih kuat pada aspek-aspek tersebut. Komunitas BLINK juga menyebut ada panggung tertentu ketika penggemar memilih tidak memusatkan upaya voting, sementara pada kesempatan lain mereka tetap bersatu memberikan dukungan, salah satunya pada program Show Champion yang disebut berujung kemenangan meyakinkan.
Di sisi lain, sebagian netizen Korea menilai unggahan yang mengejek skor voting lebih merupakan upaya pihak yang tidak menyukai BLACKPINK untuk merendahkan grup dengan menyoroti detail tertentu sambil mengabaikan capaian yang lebih luas. Sejumlah catatan performa DEADLINE turut disebut sebagai bukti bahwa posisi grup masih kuat di industri.
Album DEADLINE dilaporkan debut di peringkat ke-6 Billboard 200, sementara lagu “Go” mencapai peringkat ke-63 Billboard Hot 100. Di Spotify, album tersebut masuk empat besar album dengan debut terbesar pada awal 2026. BLACKPINK juga disebut memuncaki chart iTunes di 38 negara dan wilayah, sementara video musik “Go” berada di posisi pertama chart Global Weekly Top Songs YouTube.
Di Korea, album ini disebut meraih Triple Crown di Circle Chart dan mencatat lebih dari 1,77 juta penjualan album fisik pada pekan pertama di chart Hanteo. Angka tersebut turut disebut sebagai penjualan minggu pertama tertinggi untuk album grup wanita K-pop.
Meski ada penilaian bahwa beberapa capaian terlihat lebih rendah dibanding era rilis sebelumnya, Born Pink, sebagian pengamat menilai BLACKPINK pada dasarnya sedang dibandingkan dengan rekor mereka sendiri. Di tengah beragam komentar soal kualitas musik dan kritik terkait minimnya aktivitas promosi, komunitas penggemar disebut tetap menunjukkan dukungan dan antusiasme terhadap kembalinya BLACKPINK lewat DEADLINE.

