Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan bertajuk “Benar Benar Aksi: Kolaborasi Edukasi Antikorupsi” di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin (9/2). Program ini menjadi bagian dari upaya KPK memperkuat edukasi publik dengan menanamkan nilai antikorupsi sejak usia dini, sekaligus mendukung pemulihan psikososial anak-anak yang terdampak bencana alam.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan kegiatan tersebut menggunakan pendekatan edukatif dan kolaboratif untuk menghadirkan ruang pemulihan yang aman dan bermakna bagi anak-anak. Dalam kegiatan itu, nilai kejujuran, empati, dan kepedulian sosial diperkenalkan sebagai fondasi integritas di masa depan.
“Kami menjalankan dua misi penting sekaligus, yakni memberikan dukungan pemulihan psikosial pascabencana, sekaligus menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, terutama nilai kepedulian kepada sesama dalam merespons dampak sosial pascabencana," kata Amir.
KPK melibatkan lebih dari 600 pelajar dalam kegiatan yang dilaksanakan di dua satuan pendidikan yang terdampak banjir bandang pada akhir tahun lalu, yaitu SDN 1 Kuala Simpang dan Madrasah Diniyyah Takmiliyah Awaliyah Al-Ihsan. Para pelajar mengikuti berbagai aktivitas pemulihan psikososial dengan pendekatan ramah anak, seperti permainan edukatif, dongeng inspiratif, kegiatan kreatif, serta pendampingan oleh psikolog.
Amir menekankan anak-anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi pascabencana sehingga memerlukan perhatian khusus agar kembali merasa aman, percaya diri, dan siap melanjutkan proses pembelajaran. Karena itu, rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya berorientasi pada hiburan dan pemulihan emosi, tetapi juga sebagai sarana penanaman nilai-nilai dasar integritas.
“Setelah ini, anak-anak harus semangat untuk kembali bersekolah agar kelak menjadi generasi yang tangguh, cerdas, peduli pada lingkungan dan menjunjung tinggi integritas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, KPK menggandeng sejumlah mitra, antara lain Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Aceh, Human Initiative, Asosiasi Psikolog Sumut, Komunitas Penyuluh Antikorupsi (KOMPAK) Sumut, Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK), Komunitas Medan Membaca, serta Masyarakat Transparansi (MaTa) Aceh dan Gerakan Antikorupsi (Gerak) Aceh. Para relawan dari berbagai elemen tersebut terlibat secara sukarela dalam misi kemanusiaan dan edukasi antikorupsi untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana.

