BERITA TERKINI
Lapak Kaset di Cihapit Bandung Bertahan di Tengah Era Digital

Lapak Kaset di Cihapit Bandung Bertahan di Tengah Era Digital

Deretan kaset pita dari berbagai musisi tersusun rapi di sebuah lapak tua di Jalan Cihapit, Kota Bandung. Di antara koleksinya, terdapat album musisi dunia seperti The Beatles lewat Revolver, Metallica dengan Master of Puppets, hingga Green Day melalui album Warning. Sejumlah rilisan lokal juga tersedia, mulai dari Dewa 19, Sheila On-7, sampai kompilasi dangdut berjudul Bisa Diatur.

Lapak tersebut dikelola Sukiman (54) dan berdiri di pinggir Jalan Cihapit. Di tengah dominasi platform musik digital, lapak ini tetap bertahan dan menjadi ruang nostalgia bagi penikmat musik analog.

Sukiman menyebut usaha ini telah berjalan puluhan tahun dan kini berada di tangan generasi ketiga. Usaha keluarga itu bermula dari kakeknya sejak awal 1970-an. “Saya generasi ketiga. Diterusin aja karena kakek sudah tua dan mungkin sudah tidak kuat lagi,” kata Sukiman.

Saat ini, Sukiman memiliki sekitar 4.000 kaset yang masih layak dijual. Ia menyatakan setiap kaset yang dipajang telah melalui seleksi kualitas. “Masih layak pakai, yang tidak layak ya tidak kita jual,” ujarnya.

Namun, mendapatkan stok kaset kini tidak semudah dulu. Sukiman mengaku harus aktif mencari karena pasokan semakin terbatas, berbeda dengan situasi pada era 1990-an ketika aktivitas jual beli di lapaknya lebih ramai. “Sekarang bahannya sudah susah, jadi kita jemput bola. Kalau dulu mah penjual dan pembeli datang sendiri ke sini,” ucapnya.

Harga kaset yang dijual bervariasi. Kaset dari band-band legendaris seperti The Beatles, Metallica, Deep Purple, hingga Dewa 19 disebutnya bisa mencapai Rp 50 ribu, bergantung pada kelangkaan album. Sementara kaset lainnya dibanderol mulai sekitar Rp 10 ribu, dengan kemungkinan harga lebih rendah atau lebih tinggi sesuai kondisi dan kesepakatan. “Kalau barang koleksi biasanya tidak ada patokan, tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli,” jelas Sukiman.

Untuk memastikan pembeli mengetahui kondisi barang, Sukiman juga memberi kesempatan untuk menjajal kaset sebelum dibeli. Ia menambahkan, sebagian besar kaset yang tersedia diperoleh dari tangan pertama.

Menariknya, di era digital pembeli kaset di lapak ini justru didominasi anak muda. Menurut Sukiman, mereka penasaran dengan bentuk fisik kaset yang selama ini lebih sering diketahui dari cerita orang tua atau keluarga. “Biasanya dari orang tua atau keluarga, ada kaset lama diwariskan, akhirnya mereka tertarik dan datang ke sini,” katanya.

Selain berjualan langsung di lapak, Sukiman juga memasarkan kaset-kasetnya secara daring melalui berbagai platform e-commerce dan media sosial. Keberadaan lapak kaset di Jalan Cihapit pun menjadi penanda bahwa media musik analog masih memiliki tempat sebagai sarana nostalgia di tengah perkembangan teknologi digital.