BERITA TERKINI
Lima Adaptasi Game ke Film dan Serial: Ada yang Sukses Besar, Ada Pula yang Dinilai Gagal

Lima Adaptasi Game ke Film dan Serial: Ada yang Sukses Besar, Ada Pula yang Dinilai Gagal

Jakarta: Industri hiburan global kian gencar melirik video game sebagai sumber cerita baru untuk film dan serial. Basis penggemar yang besar serta dunia cerita yang kaya membuat game dipandang sebagai materi yang potensial untuk diterjemahkan ke layar lebar maupun layanan streaming.

Namun, hasil adaptasi game selama ini tidak selalu seragam. Sejumlah judul mampu meraih pendapatan besar dan mendapat pujian, sementara yang lain justru dinilai mengecewakan—bahkan dianggap merusak warisan cerita gimnya. Faktor seperti kualitas naskah, pemilihan pemeran, hingga kesetiaan pada materi asli kerap menjadi penentu.

Fenomena ini kembali menjadi sorotan setelah Paramount mengumumkan proyek film Call of Duty. Di tengah antusiasme publik, deretan adaptasi game sebelumnya kembali diingat sebagai contoh keberhasilan maupun kegagalan yang dapat menjadi pelajaran bagi studio.

Berikut lima adaptasi game ke film dan serial yang dikenal luas, baik karena sukses maupun karena menuai kritik.

Sonic the Hedgehog 3
Film Sonic the Hedgehog 3 yang tayang pada akhir 2024 menjadi salah satu contoh adaptasi yang mencetak hasil kuat secara komersial. Dengan anggaran sekitar USD122 juta, film produksi Paramount ini disebut menembus pendapatan global lebih dari USD490 juta. Kehadiran Jim Carrey dan Keanu Reeves turut menambah daya tarik dan memperkuat posisi Sonic sebagai salah satu adaptasi game paling laris.

Detective Pikachu
Detective Pikachu (2019) juga mencatat capaian besar. Film ini memiliki biaya produksi sekitar USD150 juta dan meraup lebih dari USD430 juta secara global. Perpaduan CGI dan live-action membuat dunia Pokémon terasa hidup di layar, serta mendapatkan respons positif dari kritikus maupun penggemar.

Warcraft
Warcraft (2016) menjadi contoh adaptasi yang hasilnya dinilai tidak sebanding dengan biaya. Anggaran produksi film ini sekitar USD160 juta, ditambah promosi besar-besaran yang membuat total biaya diperkirakan melampaui USD270 juta. Meski sukses di Tiongkok dengan pemasukan sekitar USD200 juta, film ini hanya mencatat USD47 juta di Amerika Serikat. Secara global, pendapatannya berada di kisaran USD439 juta, namun tetap dianggap mengecewakan bila dibandingkan pengeluaran.

Resident Evil
Waralaba Resident Evil menunjukkan pola berbeda. Enam film yang dibintangi Milla Jovovich kerap dikritik karena menyimpang dari cerita game aslinya, tetapi secara finansial tergolong sangat menguntungkan. Total pendapatan enam film tersebut disebut melampaui USD1,2 miliar, dengan beberapa judul mencetak box office ratusan juta dolar dan biaya produksi yang relatif moderat.

The Last of Us
Di ranah serial, The Last of Us di HBO menjadi contoh adaptasi yang menuai pujian. Dengan biaya sekitar USD10 juta per episode, musim pertama serial ini disebut menarik rata-rata 32 juta penonton per episode. Respons positif dari penonton dan kritikus memperlihatkan bahwa adaptasi game dapat mencapai kualitas setara drama televisi papan atas ketika digarap serius.

Deretan contoh tersebut menegaskan bahwa adaptasi game ke film atau serial memiliki potensi besar, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh kualitas eksekusi, tingkat kesetiaan pada materi asli, serta kemampuan menarik penonton di luar komunitas penggemar gim.