BERITA TERKINI
Lima Cara Menjadi Pribadi Lebih Optimis dan Menyenangkan Menurut Sejumlah Riset

Lima Cara Menjadi Pribadi Lebih Optimis dan Menyenangkan Menurut Sejumlah Riset

Banyak orang belakangan merasa lebih negatif dan kehilangan optimisme akibat berbagai hal, mulai dari media sosial, pengalaman sehari-hari seperti antrean yang diserobot, hingga paparan berita di media arus utama. Dalam kondisi seperti itu, manusia cenderung menjadi lebih pesimis karena secara ilmiah otak bekerja melindungi tubuh dari situasi yang dinilai mengancam.

Sejumlah temuan penelitian menggambarkan kecenderungan tersebut. Disebutkan bahwa hanya sekitar 20 persen orang dewasa saat ini menilai situasi di sekitarnya dalam kondisi baik. Sementara itu, sebagian besar lainnya memandang dunia tidak lagi aman, yang dapat berujung pada rasa takut, murung, dan menurunnya kebahagiaan.

Di tengah situasi itu, peneliti dari Harvard, Shawn Achor, membagikan sejumlah kiat agar orang tetap optimistis dan menjadi pribadi yang menyenangkan. Ia memaparkannya dalam buku The Happiness Advantage.

Optimisme juga dikaitkan dengan dampak positif dalam kehidupan profesional. Penelitian dari University of Pennsylvania, misalnya, menemukan bahwa penjual mobil yang optimistis—tanpa dibuat-buat—mampu menjual 89 persen lebih banyak dibanding mereka yang bersikap negatif. Riset lain menyebutkan bahwa 75 orang sukses adalah mereka yang optimistis.

Selain itu, menjadi pribadi yang optimistis dan menyenangkan juga disebut berkaitan dengan kesehatan yang lebih baik. Mereka dinilai lebih kecil kemungkinannya mengalami insomnia dan stres.

Berikut lima cara sederhana untuk menjadi lebih optimistis sebagaimana dirangkum dari laporan yang dikutip Liputan6.com dari Daily Mail pada Minggu (4/3/2018).

1) Menjaga cara pandang agar tetap positif dalam menghadapi situasi.

2) Mengurangi kecenderungan melihat dunia sebagai tempat yang tidak aman secara berlebihan.

3) Melatih optimisme yang realistis, bukan sekadar berpura-pura.

4) Membangun kebiasaan yang mendukung suasana hati yang lebih baik agar tidak mudah murung.

5) Mengelola stres dan menjaga kualitas tidur sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan mental.