Suasana yang nyaman dan tenang kerap dibutuhkan agar fokus tetap terjaga saat belajar maupun bekerja. Sejumlah orang menjadikan musik sebagai teman beraktivitas karena dinilai dapat membantu meningkatkan fokus dan produktivitas. Berbagai platform streaming pun menyediakan playlist bertema fokus belajar dan produktivitas kerja untuk mendukung kebiasaan tersebut.
Meski demikian, tidak semua jenis musik cocok didengarkan saat belajar atau bekerja. Musik dengan nuansa lebih tenang umumnya dianggap lebih membantu pikiran rileks dan menjaga konsentrasi. Berikut lima genre musik yang kerap dipilih untuk menemani aktivitas belajar dan bekerja.
1. Musik klasik
Musik klasik identik dengan tradisi seni Barat, permainan orkestra, serta komposisi yang tersusun teratur. Genre ini dikenal memiliki harmoni dan berasal dari karya komposer seperti Bach, Mozart, dan Beethoven. Sejumlah penelitian menyebutkan musik klasik—terutama karya Bach dan Mozart—dapat membantu menciptakan suasana lebih tenang dan rileks. Alunannya yang lembut, teratur, dan tanpa lirik juga dinilai tidak terlalu mengganggu fokus. Contoh karya yang kerap dipilih antara lain Eine kleine Nachtmusik (Mozart), Für Elise (Beethoven), dan Toccata and Fugue (Bach). Selain itu, musik klasik modern seperti Norrsken dari Karin Borg dan A Minor Story karya Pieter de Graaf juga disebut sering diputar untuk menciptakan suasana fokus.
2. Lo-fi hip hop
Lo-fi hip hop belakangan populer sebagai musik pendamping belajar dan bekerja karena suasananya yang tenang. Genre ini identik dengan beat pelan, efek suara seperti desis atau noise ringan, nuansa santai, serta kerap dipadukan dengan unsur jazz dan melodi berulang. Tempo yang stabil membuatnya nyaman diputar dalam waktu lama. Minimnya lirik juga membuat lo-fi terasa lebih ringan didengar sehingga sebagian orang merasa lebih mudah berkonsentrasi. Beberapa contoh yang disebut antara lain playlist dari Lofi Girl, album Spiritual State milik Nujabes, serta lagu Yeah Right dari Joji.
3. Musik ambient
Musik ambient menonjolkan tekstur suara dan atmosfer, dengan alunan yang lembut dan menenangkan. Genre ini kerap dipilih untuk menciptakan suasana tenang dan tidak mengganggu konsentrasi. Musik ambient juga dinilai dapat membantu mengurangi gangguan suara di sekitar sehingga pikiran lebih rileks saat mengerjakan tugas. Contoh yang disebut antara lain Sweet (Cigarettes After Sex), Go Do (Jónsi), Vacation (Shlohmo), dan Sea Calls Me Home (Julia Holter).
4. Musik jazz
Jazz dikenal dengan alunan santai, improvisasi, dan harmoni yang khas. Genre yang berkembang di Amerika Serikat pada awal abad ke-20 ini disebut dapat menghadirkan suasana nyaman saat didengarkan. Irama yang stabil dinilai membantu menjaga kenyamanan tanpa terlalu mengganggu fokus, sementara unsur improvisasi dipercaya dapat memicu kreativitas dan menjaga pikiran tetap aktif. Beberapa contoh lagu jazz yang disebut antara lain Take Five (Dave Brubeck Quartet), So What (Miles Davis), dan What a Wonderful World (Louis Armstrong).
5. Musik instrumental
Musik instrumental tetap menjadi pilihan banyak orang karena hanya berisi alunan alat musik tanpa lirik. Dengan nada yang lembut, genre ini dinilai lebih tenang dan tidak mengganggu konsentrasi, sehingga kerap diputar saat mengerjakan tugas atau pekerjaan sehari-hari.
Selera musik setiap orang dapat berbeda saat belajar maupun bekerja. Namun, memilih musik dengan alunan yang tenang dan tidak terlalu mengganggu disebut dapat membantu menciptakan suasana nyaman agar fokus tetap terjaga. Musik klasik, lo-fi, ambient, jazz, hingga instrumental dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.