BERITA TERKINI
Lima Kebiasaan Sederhana yang Dikaitkan Sains dengan Umur Panjang

Lima Kebiasaan Sederhana yang Dikaitkan Sains dengan Umur Panjang

Hidup sehat dan panjang umur menjadi harapan banyak orang. Meski usia dipengaruhi berbagai faktor, sejumlah kebiasaan gaya hidup diyakini dapat membantu meningkatkan peluang hidup lebih lama, sehat, dan berkualitas.

Berbagai penelitian menunjukkan, upaya menjaga kebugaran, mengatur pola makan, hingga memperhatikan kesehatan mental dan sosial dapat berperan dalam penuaan yang lebih sehat. Berikut beberapa kebiasaan yang kerap dikaitkan dengan umur panjang.

1. Menjaga kebahagiaan dan sikap optimistis

Stres kronis umum terjadi di tengah kesibukan dan beban hidup, dan kondisi ini dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan mental maupun fisik, termasuk risiko kematian. Karena itu, pengelolaan stres dinilai penting.

Sejumlah temuan riset menekankan peran kesehatan mental. Dalam studi tahun 2022 yang menganalisis data survei individu berusia di atas 50 tahun, peserta diminta menilai tingkat optimisme, kebahagiaan, dan kepuasan hidup mereka selama empat tahun. Hasilnya, mereka yang masih hidup tercatat memiliki skor kesehatan mental lebih tinggi dibandingkan mereka yang meninggal pada usia yang sama.

2. Mempertahankan berat badan yang sehat

Kelebihan lemak tubuh dapat memicu peradangan, resistensi insulin, serta berbagai efek metabolik negatif yang berkaitan dengan penuaan dan risiko kesehatan lain. Sebuah makalah di jurnal Aging Cell menyoroti manfaat menjaga berat badan sehat dan menerapkan pola makan bergizi untuk mendukung kehidupan yang panjang dan sehat sepanjang masa dewasa.

Dalam kajian tersebut, “tiga serangkai adipositas”—lingkar pinggang, indeks massa tubuh (BMI), serta pertambahan berat badan sejak usia muda—disebut sebagai penilai utama dalam hubungan antara penuaan sehat dan adipositas.

3. Menjalani kehidupan sosial yang aktif

Hubungan sosial yang baik tidak hanya berdampak pada kesejahteraan psikologis, tetapi juga dikaitkan dengan kesehatan fisik. Penelitian yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menyebut kehidupan sosial yang aktif dan relasi yang terjaga berhubungan dengan peningkatan fungsi fisiologis serta penurunan risiko gangguan fisik.

Studi tersebut juga mencatat, kedekatan dengan sahabat dapat menurunkan risiko penyakit fisik dan mental. Selain itu, tinjauan terhadap 148 penelitian menemukan bahwa peserta dengan hubungan sosial kuat memiliki kemungkinan 50% lebih besar untuk bertahan hidup.

4. Aktif bergerak setiap hari

Aktivitas fisik harian dinilai penting untuk kesehatan jangka panjang. Menurut penelitian dalam Korean Journal of Family Medicine, terlalu banyak duduk atau berbaring dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker, penyakit kardiovaskular (CVD), dan kematian dini.

Berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam rutinitas—mulai dari menjaga kesehatan mental, mempertahankan berat badan sehat, merawat relasi sosial, hingga mengurangi waktu sedentari—dapat menjadi bagian dari strategi hidup yang lebih panjang dan sehat.