Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan Program Belajar Berbasis Komunitas (BBK) Internasional berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam salah satu pelaksanaannya, UNAIR mengirim sejumlah mahasiswa ke Malaysia untuk mempelajari musik tradisional Melayu melalui kolaborasi dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) di Johor Bahru.
Program BBK Internasional 7 ini berlangsung pada 29 Januari hingga 12 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti 30 mahasiswa UNAIR dari berbagai fakultas.
Pelaksanaan program disebut menjadi bagian dari komitmen UNAIR dalam mendukung SDGs, khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas. Selama kegiatan, mahasiswa mengikuti agenda pertukaran budaya (cultural exchange) yang memperkenalkan mereka pada musik tradisional Malaysia.
Interaksi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia berlangsung dalam suasana hangat dan akrab, terutama saat mereka berkolaborasi melalui seni dan budaya. Para peserta juga berkesempatan mencoba alat musik perkusi tradisional dari Negeri Kelantan, yakni rebana ubi dan kertuk.
Selain menerima pemaparan teori, mahasiswa mempraktikkan permainan alat musik tersebut secara langsung. Sesi praktik dipandu oleh pengajar Rebana Ubi dan Kertuk dari UTM, Mohd Seth bin Yaacob.

