BERITA TERKINI
Mahasiswa di Da Nang Gelar Musik Tradisional di Jalan Pejalan Kaki Bach Dang

Mahasiswa di Da Nang Gelar Musik Tradisional di Jalan Pejalan Kaki Bach Dang

Suasana jalan pejalan kaki Bach Dang di Da Nang pada malam 15 Maret dipenuhi alunan musik tradisional Vietnam. Warga lokal dan wisatawan tampak menikmati program musik komunitas bertema “Intisari Vietnam” yang digelar Klub Musik Tradisional Universitas FPT Da Nang (TIA – FPT Traditional Instruments Abide Club) di kawasan kelurahan Hoa Cuong.

Kepala TIA, mahasiswa Ha Thi Tuyen, mengatakan program tersebut merupakan proyek musik untuk merayakan keberhasilan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ke-16 dan anggota Dewan Rakyat di semua tingkatan untuk periode 2026–2031, sekaligus bertujuan menyebarkan nilai-nilai musik tradisional Vietnam.

Dalam penampilannya, para anggota klub memadukan sejumlah alat musik tradisional seperti zither, moon lute, pipa, biola dua senar, seruling bambu, dan T’rưng, dengan unsur musik kontemporer. Perpaduan itu menarik perhatian pelajar, pencinta seni di kota tersebut, hingga wisatawan domestik dan internasional.

Program ini juga memberi ruang interaksi bagi penonton. Pengunjung dapat berbincang dengan anggota TIA, mencoba memainkan berbagai alat musik tradisional, serta mengikuti kuis seputar musik tradisional.

Salah satu pengunjung, Tran Quang Thien, datang bersama istri dan dua anaknya dari kelurahan Hai Chau. Mereka mencoba memainkan T’rưng untuk pertama kali. Thien menilai membawa musik tradisional ke ruang publik merupakan pendekatan kreatif dari generasi muda. Ia berharap kegiatan serupa lebih sering diadakan, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga untuk menyebarkan nilai budaya tradisional.

TIA didirikan pada 2022 dengan tujuan mendekatkan alat musik tradisional kepada masyarakat melalui pertunjukan, lokakarya pengalaman, dan proyek komunikasi budaya. Klub ini beranggotakan lebih dari 100 orang, mayoritas mahasiswa Universitas FPT Da Nang, yang berlatih serta terlibat dalam kegiatan pertunjukan.

Salah satu anggota, Mai Do Tuong Vy, mengaku telah berlatih memainkan zither selama tiga tahun. Ia tampil membawakan melodi di hadapan penonton dan menyatakan bangga dapat berkontribusi dalam acara tersebut serta ikut mempromosikan musik tradisional Vietnam kepada masyarakat.

Selama beberapa tahun terakhir, TIA aktif mengikuti dan menyelenggarakan pertunjukan serta pertukaran budaya di dalam maupun di luar kampus. Kegiatan yang pernah dilakukan antara lain membawa alat musik tradisional ke sekolah menengah di Da Nang, tampil di Pusat Perawatan Veteran Revolusi Kota Da Nang, mengadakan lokakarya alat musik tradisional, serta berpartisipasi dalam berbagai pertukaran budaya internasional seperti Festival Budaya Vietnam–Korea, Pertukaran Alat Musik Tradisional Vietnam–Malaysia, Pertukaran Persahabatan Vietnam–AS, dan Pertukaran Persahabatan Vietnam–Tiongkok.

Menurut Tuyen, selain terlibat dalam agenda budaya dan pariwisata kota, pada 2026 TIA akan mendorong kegiatan musik komunitas dengan tujuan membuat alat musik tradisional lebih mudah diakses dan lebih dekat dengan masyarakat. Program “Intisari Vietnam” di jalan pejalan kaki Bach Dang disebut sebagai salah satu upaya tersebut. Ia juga menyebut, sebelum program ini, TIA telah menggelar program musik komunitas lain yang mendapat perhatian dan dukungan antusias dari penonton, sehingga menjadi dasar untuk terus mengembangkan kegiatan berikutnya.

Tuyen mengatakan klubnya senang sekaligus bangga karena banyak wisatawan, terutama wisatawan internasional, menyukai dan menghargai pertunjukan musik jalanan tradisional. Ia menyatakan TIA berencana terus mengembangkan kegiatan dan proyek komunitas untuk memperkuat peran anak muda dalam melestarikan nilai budaya.

Sementara itu, Kepala Departemen Alat Musik Tradisional Universitas FPT Da Nang, Tran Nhat Tan, menilai musik bukan hanya bentuk seni, tetapi juga jembatan yang menghubungkan masyarakat dan membangkitkan kebanggaan identitas budaya nasional. Ia menyebut kegiatan mahasiswa tersebut sebagai bukti keberanian bereksperimen dan upaya menyebarkan nilai budaya tradisional melalui pendekatan baru. Tan berharap program seperti ini membuka peluang bagi lebih banyak anak muda untuk mengakses, mengalami, dan semakin menghargai musik tradisional Vietnam.