BERITA TERKINI
Meda Kawu: Nyanyi Bareng Jakarta Jadi Ruang Pulih dan Ruang Bertemu di Tengah Hiruk-pikuk Ibu Kota

Meda Kawu: Nyanyi Bareng Jakarta Jadi Ruang Pulih dan Ruang Bertemu di Tengah Hiruk-pikuk Ibu Kota

Meda Kawu mendirikan Nyanyi Bareng Jakarta sebagai ruang pulih dan ruang bertemu di tengah kesibukan kota besar. Berangkat dari ide sederhana bernyanyi bersama, komunitas ini menjadi jembatan bagi banyak orang untuk saling mengenal lebih dekat dan merasa terhubung satu sama lain.

Di tengah ritme hidup Jakarta yang serba cepat, Meda menilai menemukan ruang untuk membangun koneksi bukan perkara mudah. Ia melihat banyak orang dapat merasa terasing meski hidup berdampingan di kota yang sama. Dari situ, bernyanyi bersama dipilih bukan semata sebagai hiburan, melainkan bahasa emosional yang menyatukan.

“Intinya adalah sebuah koneksi. Koneksi antara satu dengan yang lainnya, di mana di Jakarta ini makin lama makin susah untuk get the real connection dengan orang,” ujar Meda Kawu.

Nyanyi Bareng Jakarta, yang sejak awal 2025 berkembang di Ibu Kota, awalnya digagas sebagai wadah kecil yang hangat. Namun, respons masyarakat disebut Meda melampaui perkiraan dan membuat komunitas ini bertumbuh cepat dalam waktu yang relatif singkat.

Meda menekankan pentingnya tidak meremehkan gagasan yang terlihat sederhana. Menurutnya, ide yang simpel bisa berkembang menjadi sesuatu yang besar bila dijalankan dengan serius dan sepenuh hati.

“Kuncinya adalah, jangan meremehkan ide simpel. Tapi ide simpel yang di-take seriously. Ketika ide simpel itu dibawa sampai mentok, itu bisa jadi sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Bagi Meda, bagian paling menyentuh adalah cerita para peserta yang menemukan kembali rasa memiliki tempat melalui kegiatan tersebut. Ia mengingat sejumlah peserta yang datang sendiri namun pulang dengan teman-teman baru, hingga ada pula yang datang bersama ibunya dan merasa lebih dekat lewat lagu-lagu yang dinyanyikan.

“Banyak yang bilang, ‘Aku datang sendiri tapi pulang punya banyak teman.’ Bahkan ada yang datang sama ibunya, dan lagu-lagu itu membawa mereka lebih dekat,” kenang Meda.

Kini, Nyanyi Bareng Jakarta tidak lagi dipandang sekadar acara. Bagi para pesertanya, ruang ini menjadi tempat pulih bersama—di mana orang-orang merasa dilihat, didengar, dan diterima.