BERITA TERKINI
Menag Dukung Pemutaran Musik Religi Semua Agama di Mal dan Hotel, Prioritaskan Karya Musisi Lokal

Menag Dukung Pemutaran Musik Religi Semua Agama di Mal dan Hotel, Prioritaskan Karya Musisi Lokal

Jakarta — Kementerian Agama RI menyatakan dukungan terhadap inisiatif pemutaran lagu religi karya musisi lokal di ruang-ruang publik, seperti mal, kafe, hotel, hingga restoran, terutama menjelang hari besar keagamaan. Dukungan itu ditegaskan Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar saat menerima Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha yang menyampaikan keresahan soal ekosistem musik religi di Indonesia.

Giring mengatakan ekosistem musik religi selama ini masih didominasi karya luar negeri. Dalam pertemuan tersebut, ia meminta dukungan agar pengelola ruang publik memprioritaskan musik religi buatan musisi Indonesia ketika memasuki periode perayaan Natal dan bulan Ramadan.

“Ada keresahan dari teman-teman ekosistem musik religi,” kata Giring, dikutip dari unggahan di akun Instagram @giringdibudaya, Selasa (9/12/2025). Ia menjelaskan pihaknya bersama tim kerja Konferensi Musik Indonesia berinisiatif mengajak asosiasi pengelola pusat belanja dan kafe untuk memutar musik religi lokal pada momen hari raya.

Menurut Giring, program tersebut akan diuji coba lebih dulu pada perayaan Natal tahun ini dengan menyiapkan daftar putar berisi lagu-lagu Natal karya musisi Indonesia. “Untuk musik religi, kita akan piloting ini untuk di Natal ini, bagaimana kita membuat sebuah playlist besar musik-musik Natal karya dari anak bangsa,” ujarnya.

Menag Nasaruddin Umar menyambut baik gagasan tersebut dan menegaskan dukungan Kementerian Agama untuk penguatan seni religi. Ia menekankan, dukungan itu tidak terbatas pada satu agama. “Mari kita membangkitkan kesenian, dan insyaallah saya sangat mendukung kalau kesenian religi ini dibangkitkan. Jadi, bukan hanya Islam saja, tapi semua agama,” ucap Nasaruddin.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk membantu agar inisiatif tersebut dapat terwujud. “Kami siap Adinda untuk bukan hanya bekerja sama, kalau perlu menyiapkan segala sesuatu yang kami miliki di sini untuk terwujudnya seni religi,” katanya. Nasaruddin menilai penguatan lagu religi dapat menjadi momentum bagi perbaikan ekosistem musik di Indonesia. “Sudah waktunya Indonesia diselamatkan oleh musik-musik religi,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari Ketua Umum APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) Alphonzus Widjaja. Ia menyatakan pengelola pusat belanja siap mendukung pemutaran musik religi lokal pada berbagai perayaan. “Kami pasti dukung. Baik itu Natal, itu nanti Ramadan, Idul Fitri, dan sebagainya. Kami siap dukung. Kalau ada lagu-lagu Imlek juga karya musisi Indonesia juga kami siap,” kata Alphonzus.

Dari sektor perhotelan dan restoran, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Yuno Abeta Lahay menyatakan dukungan terhadap pengarusutamaan karya musisi lokal. “Dukungan terhadap musisi lokal tentunya semangat kita sama dengan sahabat APPBI. Bisa kita ngasih rezeki sama saudara kita sendiri,” ujarnya.

Sejumlah pelaku musik juga menyambut inisiatif tersebut. Joshua Artono dari grup musik pelayanan gereja IFGF Praise menyampaikan apresiasi atas upaya menghadirkan playlist Natal yang menampilkan karya anak bangsa. Ia menilai kualitasnya tidak kalah dengan karya internasional. “Terima kasih untuk keterbukaan, kita bisa mempunyai playlist untuk Natal ini supaya lagu-lagu dari karya anak bangsa ini bisa didengarkan di restoran, di mal, di hotel-hotel. Saya jamin kualitasnya tidak kalah dengan internasional,” kata Joshua.

Perwakilan dari penyanyi Haddad Alwi, Oktavia, juga menyampaikan rasa syukur atas ide yang diinisiasi Giring. “Alhamdulillah sudah diwadahi oleh Mas Wamen,” ujarnya.

Dalam pemberitaan ini disebutkan bahwa perayaan hari raya di Indonesia selama ini kerap didominasi karya musisi luar negeri. Salah satu contohnya adalah lagu “All I Want for Christmas Is You” yang dipopulerkan penyanyi Amerika Serikat Mariah Carey dan menjadi lagu yang umum diputar saat Natal di berbagai negara. Melalui pemutaran lagu religi karya musisi lokal di ruang publik, pemerintah dan pemangku kepentingan berharap muncul momentum kebangkitan ekosistem musik religi di Indonesia.