JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kekayaan musik Indonesia, yang lahir dari keberagaman 1.340 suku bangsa dan ratusan alat musik tradisional, memiliki potensi besar menjadi soft power Indonesia di tingkat internasional. Pernyataan itu disampaikan Fadli dalam keterangan pers yang dikutip dari RRI, Selasa (10/3/2026).
Menurut Fadli, sejumlah musisi Indonesia telah memperkenalkan karya mereka di panggung dunia dan membuka peluang terbentuknya gelombang musik Indonesia secara global.
“Kita berharap musik Indonesia dapat menjadi salah satu frontliner kebudayaan di dunia internasional. Seperti negara lain yang menggunakan musik sebagai soft power, kita juga berharap muncul ‘Indonesian wave’ atau gelombang Indonesia dari musik kita,” ujar Fadli.
Ia menambahkan, peluang tersebut perlu ditopang ekosistem yang kuat melalui sinergi berbagai pihak. Fadli menyebut musik Indonesia, dari tradisi hingga kontemporer, memiliki ruang untuk terus berkembang apabila kolaborasi lintas elemen berjalan baik.
“Musik Indonesia, mulai dari tradisi hingga kontemporer, memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kita berharap ekosistemnya semakin baik melalui kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah di berbagai tingkat,” katanya.
Fadli juga menyampaikan pemerintah memfasilitasi pengembangan musik tradisional melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN). Musik tradisi dipandang sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya, sekaligus menjadi sarana pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Sejalan dengan itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai kreativitas generasi muda menjadi modal penting untuk mendorong musik Indonesia, termasuk sebagai kekuatan ekonomi kreatif.
“Musik Indonesia memiliki kekayaan budaya, kreativitas, dan energi generasi muda yang luar biasa. Ini menjadi kekuatan ekonomi kreatif sekaligus soft power di dunia,” ujar Teuku.

