BERITA TERKINI
Mendikdasmen: Pembelajaran di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pulih 100 Persen per 11 Februari 2026

Mendikdasmen: Pembelajaran di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pulih 100 Persen per 11 Februari 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali berjalan 100 persen per 11 Februari 2026. Meski demikian, sebagian sekolah masih menjalankan pembelajaran sementara di tenda darurat atau menumpang di sekolah lain karena proses pembersihan dan pemulihan fasilitas belum sepenuhnya selesai.

Pernyataan itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam rapat koordinasi di Kementerian Dalam Negeri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (15/2/2026), ia menegaskan progres pemulihan pelaksanaan pembelajaran telah mencapai 100 persen.

Di Aceh, Abdul Mu’ti menyebut 3.001 sekolah sudah kembali belajar di sekolah asal. Sementara itu, 52 sekolah masih menggunakan tenda atau kelas darurat dan 20 sekolah menumpang di sekolah lain.

Di Sumatera Utara, sebanyak 1.142 sekolah telah kembali ke sekolah asal, sedangkan 26 sekolah masih menggunakan tenda atau kelas darurat. Adapun di Sumatera Barat, 599 sekolah sudah kembali ke sekolah asal, dengan 21 sekolah masih di tenda atau kelas darurat dan dua sekolah menumpang.

Abdul Mu’ti juga memaparkan perkembangan jumlah sekolah yang masih belajar di fasilitas sementara. Per 26 Januari 2026, terdapat 129 sekolah yang belajar di tenda atau ruang kelas darurat, namun kini tersisa 99 sekolah seiring selesainya proses pembersihan. Untuk sekolah yang menumpang, jumlahnya turun dari 27 sekolah menjadi 22 sekolah pada periode yang sama.

Dalam rapat tersebut, Abdul Mu’ti mengungkapkan total 4.863 sekolah terdampak di tiga provinsi itu. Rinciannya, 3.409 sekolah mengalami kerusakan ringan, 925 sekolah rusak sedang, 437 sekolah rusak berat, dan 92 sekolah harus direlokasi. Berdasarkan wilayah, Aceh tercatat memiliki 3.073 sekolah terdampak, disusul Sumatera Utara 1.168 sekolah, dan Sumatera Barat 622 sekolah.

Ia menjelaskan penilaian tingkat kerusakan difokuskan pada pemulihan ruang-ruang esensial yang menjadi dasar proses pembelajaran, seperti ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, dan ruang kepala sekolah, agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Rapat itu juga mendapat perhatian dari Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya. Ia menilai sinergi antara kementerian, TNI/Polri, relawan, dan warga menghasilkan capaian konkret dalam waktu dua bulan pascabencana, termasuk kembalinya pelaksanaan pembelajaran hingga 100 persen.